7 Maret, 2026

Laba Q1 Gas Malaysia mengalahkan perkiraan CIMB Research

gambar samping
Waktu Membaca: 2 menit

Laba bersih Gas Malaysia pada kuartal pertama 1, yang naik 16% secara tahunan menjadi RM10 juta (US$31 juta), mencapai 8% dari perkiraan setahun penuh CIMB Equities Research dan 29% dari konsensus.

Lembaga riset itu mengatakan pada hari Kamis bahwa laba yang lebih tinggi disebabkan oleh tarif pajak yang lebih rendah dan kerugian yang lebih rendah dari usaha patungannya. Tarif pajaknya turun dari 25% pada 1Q15 menjadi 21% selama kuartal tersebut karena perusahaan itu membalikkan sebagian kewajiban pajak tangguhannya.

"Kami memperoleh informasi dari perusahaan bahwa tarif pajaknya akan kembali mendekati tarif resmi sebesar 24% pada kuartal mendatang. Mengenai usaha patungan, kerugiannya menyempit dari RM1.7 juta pada 1Q15 menjadi RM100,000 pada 1Q16. Kami yakin hal ini disebabkan oleh biaya awal yang lebih rendah selama kuartal tersebut," katanya.

CIMB Research menaikkan EPS FY16-18F sebesar 1%-4% untuk mencerminkan tarif pajak yang lebih rendah. Namun, perusahaan mempertahankan target harga berdasarkan jumlah bagian sebesar RM1.80, yang 21.7% di bawah harga perdagangan terakhir sebesar RM2.30, dan juga penurunan permintaan karena valuasinya yang mahal.

“Kami lebih memilih Tenaga karena rasio harga terhadap pendapatan (P/E) yang lebih rendah dan prospek pertumbuhan pendapatan yang lebih menarik,” katanya.

Peraturan berbasis insentif (IBR) yang mengatur tarif dan pendapatan Gas Malaysia telah diterapkan pada 1 Januari 2016. Hasil 1Q16 adalah kumpulan hasil triwulanan pertama yang dilaporkan oleh Gas Malaysia di bawah IBR.

Sebagai rekapitulasi, Gas Malaysia sebelumnya mengungkapkan bahwa WACC yang diizinkan untuk aset jaringan pipanya ditetapkan sebesar 8% berdasarkan IBR, meskipun masih berkonsultasi dengan regulator untuk tingkat pengembalian yang lebih tinggi. CIMB Research mengasumsikan WACC yang diizinkan sebesar 8% dalam perkiraan pendapatannya.

"Meskipun laba Gas Malaysia pada kuartal pertama 1 melampaui ekspektasi kami, kami tetap mempertahankan asumsi kami karena kinerja yang lebih baik terutama disebabkan oleh tarif pajak yang lebih rendah. EBITDA Gas Malaysia pada kuartal pertama 16 memenuhi ekspektasi kami karena menyumbang 1% dari perkiraan setahun penuh kami," katanya.

CIMB Research juga mengatakan tidak ada jaminan bahwa Gas Malaysia akan diizinkan untuk mendapatkan eceran batas. Sebuah
margin yang lebih rendah dari yang diharapkan disetujui, jika memang disetujui, dapat menurunkan nilai saham. Selain itu, Gas Malaysia diperdagangkan pada 26 kali P/E CY16F, lebih tinggi dari PetGas yang 23 kali dan Tenaga yang 11 kali.

"Dua saham terakhir, terutama Tenaga (Add, TP: RM16.40), memberikan eksposur yang lebih murah ke sektor utilitas. Untuk eksposur ke sektor infrastruktur gas, kami lebih memilih PetGas (Hold, TP: RM22.30) karena ketahanan pendapatannya yang lebih kuat," katanya.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV