
Filipina berpotensi menjadi pusat pelatihan pilihan oleh perusahaan multinasional karena tenaga kerjanya yang terampil dan berbahasa Inggris, kata Departemen Perdagangan dan Industri (DTI).
Wakil Menteri Perdagangan Ponciano Manalo Jr. mengatakan kepada wartawan bahwa semakin banyak perusahaan yang melirik Filipina sebagai lokasi fasilitas pelatihan mereka karena warga Filipina bisa berbahasa Inggris dengan baik dan bisa dilatih dengan mudah.
“Filipina mulai dipandang sebagai pusat pelatihan,” katanya.
Di antara perusahaan yang tertarik menjadikan Filipina sebagai pusat pelatihannya adalah produsen pesawat terbang Airbus.
Manalo dan Menteri Perdagangan Gregory Domingo bertemu dengan perwakilan Airbus selama kunjungan mereka ke Prancis awal bulan ini.
Selain Airbus, perusahaan lain yang bergerak di bidang kedirgantaraan serta sektor lain seperti transportasi dan konstruksi juga berminat mendirikan fasilitas pelatihan di Filipina.
Saat ini, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang eceran bisnis telah mulai menyelenggarakan program pelatihan di Filipina seperti Uniqlo di Jepang dan H&M di Swedia.
Uniqlo mendatangkan pelajar Jepang ke gerai mereka di Filipina untuk berlatih bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.
H&M juga menyelenggarakan kegiatan pelatihan di gerai ritel mereka di negara tersebut.
Mengingat besarnya minat perusahaan untuk menjadikan Filipina sebagai lokasi kegiatan pelatihan mereka, Manalo mengatakan DTI dapat memasukkan hal tersebut dalam upaya pemerintah untuk menarik perusahaan agar berlokasi di negara tersebut.
“(Pelatihan) ini ternyata menjadi peluang yang bisa kita promosikan ke perusahaan-perusahaan,” katanya.
Kumpulan talenta muda, terampil, dan berbahasa Inggris di Filipina sering disebut sebagai salah satu alasan perusahaan global mendirikan operasi di negara ini.