11 Maret, 2026

Go-Viet dan Grab Vietnam hadapi persaingan ketat

jadilah grup vietnam
Waktu Membaca: 2 menit

Vietnam teknologi Perusahaan rintisan Be Group Corporation secara resmi meluncurkan platform pemesanan kendaraannya pada hari Kamis, dengan beBike dan beCar. Pendatang terbaru di pasar yang didominasi oleh perusahaan seperti Grab dan Go Viet ini telah menetapkan target ambisius untuk bermitra dengan 10,000 pengemudi dalam beberapa minggu, pada akhir tahun 2018, dan 100,000 pengemudi tahun depan. Tidak seperti perusahaan pemesanan kendaraan saat ini, Be Group telah mendaftarkan layanannya sebagai bisnis transportasi.

"Kami telah mengumpulkan banyak talenta, dan saya pribadi memiliki pengalaman menjalankan perusahaan rintisan selama bertahun-tahun. Dengan dana ribuan miliar dong ($1 = VND23,287) yang dimobilisasi, kami yakin platform kami dapat bersaing di pasar yang ketat ini," kata CEO Be Group Tran Thanh Hai saat peluncuran.

Aplikasi Be Group akan mulai beroperasi di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh mulai 17 Desember. Perusahaan telah mengumumkan royalti awal sebesar 25 persen untuk pengemudi beBike dan beCar, sementara harga spesifik dan skema diskon untuk pelanggan belum diungkapkan.

Be Group berharap dapat menjadi pemain besar seperti Grab atau Go Viet dengan aplikasi super yang komprehensif. Pada tahun 2019, perusahaan berencana untuk meluncurkan layanan pengiriman dan pembayaran. Perusahaan ini bertujuan untuk menarik puluhan juta pengguna dalam tiga tahun ke depan.

Pasar transportasi daring di Vietnam telah melihat pendatang baru setelah kepergian Uber awal tahun ini, termasuk perusahaan Vietnam FastGo, GoViet – anak perusahaan Go-Jek di Indonesia, Aber dan yang terbaru Be Group.

Grab, yang didukung oleh perusahaan transportasi daring asal Tiongkok Didi Chuxing dan SoftBank Group Corp asal Jepang, memiliki 175,000 pengemudi dan pengendara sepeda motor Vietnam pada bulan September dan merupakan pemain paling menonjol di Vietnam setelah menyingkirkan Uber, menurut Reuters.

Saingannya, GoJek, memasuki Vietnam pada bulan Agustus dengan tujuan untuk merebut pangsa pasar yang tumbuh pesat. Vietnam memiliki 95 juta penduduk dan banyak yang menggunakan telepon pintar.

Sejumlah perusahaan taksi lokal di Vietnam bersatu untuk bersaing melawan perusahaan taksi daring, sementara Grab telah terlibat dalam pertempuran hukum selama lebih dari setahun dengan perusahaan taksi lokal Vinasun Corp.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV