
Pemerintah Indonesia akan memprivatisasi PT Merpati Nusantara Airlines dengan mengundang investor untuk menyelesaikan perselisihan di perusahaan tersebut, kata Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Aloysius K.Ro di sini, Selasa.
"Dengan dilakukannya privatisasi ini, diharapkan Merpati bisa bangkit lagi dan mampu mensejahterakan para karyawannya," ujarnya di kantornya.
Ia mengatakan investor yang diundang bisa dari dalam negeri maupun luar negeri dan diharapkan pada kuartal I 2016 sudah siap untuk menyelesaikan masalah ini. “Investor yang kita undang itu kan ada yang dari dalam negeri dan luar negeri, tapi belum ada yang dari luar negeri,” katanya. adalah (melihat) adalah pemain baru yang belum pernah berpartisipasi dalam proses privatisasi (sebelumnya).”
"Investor yang datang itu yang siap menjalankan. Mereka lihat Merpati itu brand-nya. Kita pemegang saham mayoritas. Tidak apa-apa. Yang penting Merpati dihidupkan lagi," katanya.
Pada tahap awal, Merpati akan menerima modal dari Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp500 miliar untuk right sizing, termasuk penyelesaian hak-hak normatif karyawannya yang merupakan masalah yang sudah lama tertunda.
"Kita harus berunding. Yang penting gaji yang belum dibayarkan itu diselesaikan. Soal pesangon, nanti dibicarakan dengan calon investor," katanya.
Sejalan dengan rencana, seluruh karyawan Merpati akan diberhentikan dan Merpati akan muncul sebagai perusahaan yang benar-benar baru dengan karyawan baru.
"Semua karyawan akan di-PHK, jadi Merpati seperti bayi yang baru lahir. Namun, mereka akan memiliki hak untuk mencari pekerjaan lagi jika perusahaan sudah dalam kondisi baik," katanya.(*)