
Dalam langkah ambisius menuju ekspansi global, Grab, perusahaan transportasi dan pengiriman terkemuka di Asia Tenggara, telah mengumumkan usaha pertamanya di luar wilayah asalnya. Perusahaan yang berbasis di Singapura ini akan mengakuisisi cabang Taiwan dari layanan Foodpanda milik Delivery Hero dalam transaksi tunai senilai $600 juta.
Dengan mengakuisisi Foodpanda Taiwan, Grab memperoleh kehadiran operasional yang signifikan di luar Asia Tenggara. Akuisisi ini dipandang sebagai bagian strategis dari rencana ekspansi Grab yang lebih luas, yang terutama berfokus pada kecerdasan buatan, memperkenalkan layanan baru, dan melakukan kesepakatan luar negeri yang selektif.
CEO grup dan salah satu pendiri Grab, Anthony Tan, percaya bahwa pengalaman luas perusahaan di pasar Asia Tenggara akan sangat cocok untuk pasar Taiwan. “Ini adalah langkah alami selanjutnya bagi Grab,” katanya.
Penyelesaian kesepakatan yang diharapkan, yang bergantung pada persetujuan peraturan dan persyaratan penutupan lainnya, dijadwalkan pada paruh kedua tahun 2026. Usaha patungan ini diperkirakan akan memberikan kontribusi setidaknya $60 juta dalam laba inti yang disesuaikan (EBITDA) tambahan pada tahun 2028.
Di Taiwan, Foodpanda menghasilkan nilai barang dagangan bruto sekitar 1.8 miliar dolar AS pada tahun 2025 dan telah meraih keuntungan sebelum alokasi biaya grup Delivery Hero.
Awal tahun ini, dilaporkan bahwa Grab telah menetapkan target pertumbuhan pendapatan, dengan target lebih dari 20% per tahun selama tiga tahun ke depan. Perusahaan ini juga berencana untuk melipatgandakan EBITDA-nya menjadi $1.5 miliar pada tahun 2028.
Grab juga menegaskan kembali panduan EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 sebesar $700 juta hingga $720 juta. Akuisisi ini diproyeksikan akan meningkatkan perkiraan pendapatan grup untuk tahun 2026, yang saat ini berada antara $4.04 miliar dan $4.10 miliar.
Perusahaan berencana untuk menyelesaikan migrasi pengguna, pedagang, dan pengemudi ke aplikasi Grab pada awal tahun 2027.
CEO Delivery Hero, Niklas Oestberg, menyatakan bahwa penjualan cabang Taiwan merupakan langkah awal yang penting dalam meninjau kembali aktivitas grup secara strategis. Hasil dari penjualan tersebut akan digunakan untuk melunasi utang perusahaan.
Meskipun menghadapi kritik dari para pemegang saham, terutama Aspex Management, atas kemajuan perusahaan yang dianggap lambat dalam peninjauan strategis dan penurunan nilai saham hampir sepertiga, saham Delivery Hero naik hampir 11% setelah pengumuman kesepakatan tersebut.
Aspex Management mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa meskipun divestasi aset merupakan langkah positif, masih banyak yang perlu dilakukan agar Delivery Hero mendapatkan kembali kepercayaan dari pasar modal, terutama karena perusahaan terus menumpuk denda regulasi dan mengelola modal secara tidak efisien.
Berapakah nilai kesepakatan akuisisi antara Grab dan Foodpanda Taiwan?
Grab akan membayar 600 juta dolar AS secara tunai untuk mengakuisisi Foodpanda Taiwan.
Kapan Grab diperkirakan akan menyelesaikan migrasi pengguna, pedagang, dan pengemudi ke aplikasinya?
Proses migrasi diperkirakan akan selesai pada awal tahun 2027.
Hasil penjualan Foodpanda Taiwan akan digunakan untuk apa?
Delivery Hero berencana menggunakan hasil penjualan tersebut untuk melunasi utang-utangnya.