
Grab Holdings yang berbasis di Singapura memulai tahun keuangan baru dengan catatan positif, melaporkan pertumbuhan dua digit dalam pendapatan dan laba kuartal pertama, yang mencerminkan ketahanan perusahaan yang kuat dalam menghadapi fluktuasi pasar.
Pendapatan Grab untuk kuartal pertama, yang berakhir pada 31 Maret, meningkat sebesar 24%, mencapai US$955 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 19% jika dilihat berdasarkan kurs tetap.
Nilai bruto barang dagangan sesuai permintaan perusahaan, indikator kunci transaksi dari cabang mobilitas dan pengiriman Grab, juga mengalami lonjakan signifikan. Angka tersebut meningkat sebesar 24% menurut data yang dilaporkan dan 21% berdasarkan kurs tetap.
Perusahaan mencatatkan peningkatan yang mencolok sebesar 46% pada EBITDA yang disesuaikan, mencapai angka rekor sebesar $154 juta. Laba juga menunjukkan tren kenaikan, dari $10 juta pada tahun sebelumnya menjadi $120 juta.
CEO dan salah satu pendiri Grab Group, Anthony Tan, menghubungkan hasil yang kuat ini dengan ketahanan platform perusahaan, khususnya dalam menghadapi iklim makroekonomi Asia Tenggara yang tidak dapat diprediksi, yang saat ini sedang bergulat dengan krisis bahan bakar.
Grab mengakui adanya peningkatan insentif on-demand selama kuartal tersebut. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pendapatan mitra pengemudi karena biaya bahan bakar di seluruh wilayah terus meningkat. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memenuhi peningkatan permintaan selama musim liburan.
Melihat kinerja berbagai sektor, pendapatan pengiriman mengalami peningkatan sebesar 23%, mencapai $510 juta. Pendapatan mobilitas meningkat sebesar 19%, mencapai $337 juta. Sektor jasa keuangan juga mengalami peningkatan pendapatan, dengan kenaikan sebesar 43% yang menghasilkan $107 juta.
Untuk tahun mendatang, Grab mempertahankan perkiraan pendapatannya, memprediksi angka antara $4.04 miliar dan $4.10 miliar, yang menunjukkan peningkatan 20-22%. EBITDA yang disesuaikan juga diperkirakan akan tumbuh sebesar 40-44%.
Seiring perusahaan melangkah maju, perusahaan menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan sekaligus menunjukkan solidaritas dengan komunitasnya. Menurut Tan, perusahaan berencana memanfaatkan AI untuk memberikan pengalaman yang sangat personal bagi pengguna sekaligus menciptakan peluang pendapatan yang lebih berkelanjutan bagi mitra ekosistem.
Awal tahun ini, Grab melakukan debutnya di luar Asia Tenggara dengan mengakuisisi bisnis Foodpanda milik Delivery Hero di Taiwan senilai $600 juta.
Berapakah pendapatan Grab pada kuartal pertama?
Pendapatan Grab pada kuartal pertama adalah US$955 juta, yang mewakili peningkatan sebesar 24%.
Langkah-langkah apa yang telah diambil Grab untuk mendukung mitra pengemudinya di tengah krisis bahan bakar?
Grab telah meningkatkan insentif layanan on-demand untuk mendongkrak pendapatan mitra pengemudi yang terdampak oleh kenaikan biaya bahan bakar.
Apa prediksi pendapatan Grab untuk tahun mendatang?
Grab memperkirakan pendapatannya berada antara $4.04 miliar dan $4.10 miliar, yang menunjukkan peningkatan sebesar 20-22%.