
Aplikasi super asal Singapura, Grab, telah mengumumkan ekspansinya ke luar Asia Tenggara dengan rencana akuisisi operasi Foodpanda di Taiwan, yang dimiliki oleh Delivery Hero, dengan nilai tunai sebesar US$600 juta. Akuisisi ini diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun ini, menunggu persetujuan regulator, dan akan dilakukan tanpa menggunakan uang tunai dan tanpa utang.
Setelah akuisisi, Grab bermaksud untuk mengintegrasikan Foodpanda Taiwan ke dalam ekosistem pengiriman yang luas. Perusahaan ini berencana untuk memperkenalkan alat logistik, pemetaan, dan personalisasi berbasis AI untuk meningkatkan kualitas layanan bagi konsumen, pedagang, dan mitra pengiriman. Tujuannya adalah untuk memberikan peningkatan ini dengan memanfaatkan teknologi canggih dan pengalaman luas dalam mengelola logistik pengiriman yang kompleks untuk kota-kota padat penduduk dan dengan lalu lintas tinggi.
Akuisisi ini menandai ekspansi awal Grab di luar Asia Tenggara, menjadikan Taiwan sebagai pasar kesembilan perusahaan tersebut. Anthony Tan, CEO Grup dan salah satu pendiri Grab, menyatakan antusiasmenya terhadap ekspansi ini, dengan mengatakan bahwa pengalaman mereka di Asia Tenggara menjadikan Taiwan sebagai langkah logis selanjutnya. Ia juga mengomentari bagaimana keahlian mereka dalam menangani logistik pengiriman yang kompleks di kota-kota yang ramai sangat cocok untuk pusat-pusat kota Taiwan yang berkembang pesat.
Setelah akuisisi selesai, Grab akan beroperasi di 21 kota di seluruh Taiwan. Perlu dicatat bahwa Foodpanda Taiwan melaporkan nilai penjualan kotor (Gross Merchandise Value/GMV) sekitar US$1.8 miliar tahun lalu, dan memperoleh keuntungan berdasarkan EBITDA yang disesuaikan, tidak termasuk biaya grup dari Delivery Hero.
Sampai kesepakatan rampung, Delivery Hero akan melanjutkan operasi reguler Foodpanda Taiwan. Grab telah menguraikan rencana untuk mengalihkan pengguna, mitra pedagang, dan mitra pengemudi ke aplikasi Grab pada awal tahun depan. Strategi ini bertujuan untuk memastikan transisi yang lancar sekaligus memperkuat posisinya di pasar pengiriman Taiwan.
Apa rencana Grab setelah mengakuisisi Foodpanda Taiwan?
Grab bermaksud untuk mengintegrasikan Foodpanda Taiwan ke dalam ekosistem pengirimannya dan memperkenalkan alat logistik, pemetaan, dan personalisasi berbasis AI untuk meningkatkan kualitas layanan bagi konsumen, pedagang, dan mitra pengiriman.
Bagaimana Grab memandang ekspansinya ke Taiwan?
Anthony Tan, CEO Grup dan salah satu pendiri Grab, menganggap ekspansi ke Taiwan sebagai langkah logis selanjutnya, mengingat pengalaman mereka di Asia Tenggara. Ia juga menyebutkan bahwa keahlian mereka dalam mengelola logistik pengiriman yang kompleks sangat cocok untuk pusat-pusat kota Taiwan yang ramai.
Apa rencana untuk pengguna dan mitra Foodpanda Taiwan setelah akuisisi?
Grab berencana untuk memindahkan pengguna, mitra pedagang, dan mitra pengemudi ke aplikasi Grab pada awal tahun depan. Tujuannya adalah untuk memastikan transisi yang lancar dan memperkuat posisinya di pasar pengiriman Taiwan.