
Terlepas dari ketegangan geopolitik yang memengaruhi Timur Tengah, Hermès, merek fesyen mewah Prancis yang terkenal, melaporkan kinerja yang kuat dalam penjualan kuartal pertamanya. Pendapatan konsolidasi perusahaan mencapai €4.1 miliar (US$4.8 miliar) untuk kuartal yang berakhir pada 31 Maret, menandai peningkatan 6% pada kurs tetap. Namun, berdasarkan laporan, pendapatan turun 1% karena dampak negatif fluktuasi mata uang.
Perusahaan tersebut mengaitkan sebagian besar pertumbuhannya dengan peningkatan yang mengesankan di Jepang, Amerika, dan Eropa, kecuali Prancis. Jepang mencatat peningkatan penjualan sebesar 10%, sementara Amerika dan Eropa, kecuali Prancis, masing-masing melaporkan peningkatan penjualan sebesar 17% dan 10%.
Penjualan di Asia, tidak termasuk Jepang, juga naik sedikit sebesar 2%, dengan Greater Tiongkok mempertahankan pertumbuhan marginalnya. Namun, pendapatan Prancis menurun sebesar 3%, penurunan yang dipengaruhi oleh berkurangnya arus wisatawan, terutama pada bulan Maret. Penurunan ini terutama terkait dengan situasi yang berkembang di Timur Tengah.
Timur Tengah, yang diklasifikasikan dalam kategori 'Lainnya' dalam laporan perusahaan, mengalami penurunan penjualan sebesar 6%. Perkembangan geopolitik di negara-negara seperti UEA, Kuwait, Qatar, dan Bahrain telah memberikan dampak signifikan terhadap kinerja kawasan tersebut.
Terlepas dari kondisi yang menantang ini, penjualan di toko-toko grup meningkat sebesar 7%. Sebaliknya, aktivitas grosir sangat terpengaruh, mencatat penurunan penjualan ke toko-toko konsesi, terutama di Timur Tengah dan bandara.
Menurut Axel Dumas, Ketua Eksekutif Hermès, merek tersebut tetap teguh pada strategi jangka panjangnya, bahkan di tengah lingkungan geopolitik yang tegang. Kreativitas perusahaan yang melimpah, standar kualitas yang tak tergoyahkan, dan basis pelanggan yang loyal memungkinkan Hermès untuk melanjutkan lintasan pertumbuhan yang menguntungkan hingga tahun 2026 dengan penuh percaya diri. Ia lebih lanjut menekankan bahwa fundamental model Hermès merupakan kekuatan pembeda lebih dari sebelumnya.
Dalam jangka menengah, grup ini telah menegaskan tujuannya untuk mencapai pertumbuhan pendapatan pada kurs tetap. Hal ini terlepas dari ketidakpastian ekonomi, geopolitik, dan moneter yang terus-menerus melanda lanskap global.
Berapakah angka pendapatan konsolidasi Hermès untuk kuartal pertama?
Pendapatan konsolidasi Hermès pada kuartal pertama mencapai €4.1 miliar (US$4.8 miliar), menandai peningkatan sebesar 6% pada kurs tetap.
Wilayah mana saja yang melaporkan pertumbuhan terbesar untuk Hermès?
Wilayah yang melaporkan pertumbuhan terbesar untuk Hermès adalah Jepang, Amerika, dan Eropa (tidak termasuk Prancis), dengan peningkatan penjualan masing-masing sebesar 10%, 17%, dan 10%.
Bagaimana situasi geopolitik memengaruhi penjualan Hermès di Timur Tengah?
Situasi geopolitik di Timur Tengah menyebabkan penurunan penjualan Hermès sebesar 6% di wilayah tersebut. Hal ini terutama terlihat di negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Bahrain.