Februari 12, 2026

Hermes melewati badai

toko hermes
Waktu Membaca: <1 menit

Pengecer barang mewah Hermes mengatakan penjualan menurun di Hong Kong telah diimbangi lebih dari sekadar perdagangan Jepang yang solid.

Hermes International melaporkan peningkatan penjualan sebesar 22 persen pada kuartal kedua seiring pertumbuhan Jepang lepas landas, konsumen akhirnya membuka dompet mereka untuk barang-barang mewah setelah musim kelesuan ekonomi yang panjang.

Perusahaan asal Paris itu mengatakan penjualan naik menjadi 1.17 miliar euro (US$1.27 miliar). Jika efek nilai tukar mata uang dihilangkan dari hasil tersebut, penjualan naik 10 persen, dua poin persentase lebih cepat daripada kuartal pertama sebelumnya.

Perusahaan itu mengatakan orang-orang Tiongkok yang kaya lebih suka berbelanja di Jepang atau Eropa, daripada di Hong Kong, karena barang-barang di sana dianggap lebih murah, sebagian besar disebabkan oleh nilai tukar mata uang yang menguntungkan.

Hermes memiliki tujuh toko di Hong Kong.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV