Februari 13, 2026

Hero akan membuka lebih banyak toko untuk meningkatkan pendapatan

Logo Pahlawan Swalayan
Waktu Membaca: 2 menit

Retail perusahaan PT Hero Supermarket (Hero) akan menghabiskan hingga Rp 640 miliar (US$48 juta) tahun ini untuk ekspansi bisnis dengan rencana ritel untuk membuka toko di beberapa kota di seluruh negeri.

Langkah itu akan dilakukan untuk memulihkan kinerja keuangan perusahaan yang mengecewakan pada awal tahun ini.

Hero yang mengelola hypermarket, supermarket, minimarket, apotek, dan toko furnitur berencana membuka empat hypermarket Giant Ekstra dan enam supermarket menengah Giant Ekspres di sejumlah daerah, termasuk Bangka dan Lombok. Arief Istanto, Direktur Hero, mengatakan setiap Giant Ekstra akan menelan biaya antara Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar, sedangkan Giant Ekspres sekitar Rp 20 miliar. Artinya, perseroan akan mengalokasikan belanja modal antara Rp 440 miliar hingga Rp 640 miliar untuk membangun gerai tersebut tahun ini.

Arif mengatakan perusahaan bermaksud meningkatkan kinerja keuangannya dan berharap dapat membukukan laba seperti tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan akan menggunakan dana internalnya untuk ekspansi.

"Kami ingin memperluas jaringan agar bisa menarik lebih banyak pelanggan. Dengan begitu, top line kami juga akan meningkat," ujarnya seusai rapat umum pemegang saham luar biasa, Selasa. Dalam rapat tersebut, mereka sepakat untuk tidak membagikan dividen sebesar Rp 43.75 miliar kepada pemegang saham dan sebaliknya akan menggunakannya untuk rencana ekspansi bisnis perusahaan.

Hero Supermarket sebelumnya menderita kerugian bersih sebesar Rp 33.19 miliar selama kuartal pertama tahun ini di tengah peningkatan pendapatan bersih sebesar 14 persen atau menjadi Rp 3.57 triliun, menjadikannya yang berkinerja terburuk di industri ritel negara ini.

Tahun lalu, laba bersih perseroan anjlok menjadi Rp 43.75 miliar dari Rp 671.13 miliar pada 2013. Kenaikan pendapatan sebesar 13.94 persen yang kala itu mencapai Rp 13.56 triliun tak mampu mengimbangi beban operasional yang membengkak hingga mencapai Rp 3.31 triliun.

"Hasil keuangan kami tahun 2014 mengecewakan dengan pertumbuhan penjualan yang lemah dan peningkatan signifikan dalam biaya operasional di semua bisnis serta biaya overhead dan biaya pra-pembukaan toko yang lebih tinggi," kata Stephane Deutsch, presiden direktur Hero, dalam sebuah pernyataan.

Pada tahun 2014, perusahaan meluncurkan toko furnitur utama dengan merek Swedia IKEA di Alam Sutera, Tangerang, Banten, sekitar 25 kilometer di sebelah barat pusat kota Jakarta.

Arief membenarkan bahwa Hero telah berencana membangun lima toko IKEA lagi di masa mendatang karena perusahaan optimis terhadap prospek toko furnitur waralaba tersebut.

"Saat ini kami sedang mencari lahan untuk toko kedua. Tahun ini diharapkan sudah bisa selesai," kata Arief seraya menambahkan bahwa toko kedua akan berlokasi di Jabodetabek.

Menurutnya, IKEA telah menyumbang sekitar Rp 200 miliar terhadap pendapatan Hero pada kuartal pertama tahun ini.

Hero mengatakan pihaknya berharap dapat membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 30 hingga 40 persen selama bulan puasa Ramadhan tahun ini. Perusahaan saat ini mengoperasikan 33 gerai swalayan Hero, 341 gerai kesehatan Guardian, 98 gerai swalayan Starmart, 53 gerai Giant Ekstra, 121 gerai Giant Ekspres, dua gerai swalayan Jason, dan satu gerai IKEA.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV