Februari 11, 2026

India kini menjadi pasar terbesar kedua bagi Alibaba Group

Alibaba Jack Ma e1404399389211
Waktu Membaca: 2 menit

Bagi Alibaba.com, divisi bisnis-ke-bisnis dari e-ritel terbesar di dunia, Alibaba Group India merupakan pasar terbesar kedua secara global.

“India adalah pasar terpenting kedua bagi Alibaba secara global, setelah China bagi kami,” kata Timothy Leung, kepala pengembangan bisnis global, Alibaba. Anak perusahaan bisnis-ke-bisnis Alibaba Group meluncurkan platform daring untuk menyediakan akses bagi usaha kecil dan menengah (UKM) India ke mitra global.

“Saat ini India sedang berada di titik kritis dan dari sini kita akan melihat peningkatan tajam dalam e-commerce. Kami sangat bersemangat membangun konsorsium untuk UKM ini,” imbuhnya.

Perusahaan ini memiliki 4.5 juta pengguna terdaftar dari India, dengan negara tersebut menjadi pengguna berbayar tertinggi kedua di platform tersebut setelah Tiongkok. UKM di India juga dapat memanfaatkan bantuan dalam hal pembiayaan, logistik (domestik dan lintas batas), inspeksi dan sertifikasi, teknologi, dan pendidikan terkait perdagangan UKM di platform ini. Perusahaan Tiongkok tersebut telah bermitra dengan perusahaan seperti ICICI Bank, Kotak Mahindra Bank, Crisil Rating, Tally, Capital Float, Jeena, SGS dan Mypacco untuk membantu UKM India mengembangkan bisnis mereka.

"Ada beberapa kesamaan dalam pengalaman kami di pasar Tiongkok dan India dalam hal jumlah populasi, jenis UKM, dan juga jalur inti dalam e-commerce. Kami juga mencermati pengalaman kami di Tiongkok sebelumnya dan mencocokkannya dengan apa yang terjadi di India," tambah Leung.

Mengutip kemiripan dengan pasar Cina, Leung mengatakan bahwa di Cina, sisi bisnis B2B mempelopori pertumbuhan Alibaba. Perusahaan melalui platform B2B-nya mempertemukan pembeli dan pemasok, lalu berupaya mendukung berbagai aspek ekosistem.

"Itulah yang ingin kami bangun di sini. Selain mempertemukan pembeli dan pemasok, kami juga ingin mengembangkan ekosistem," kata Leung.

Di sisi konsumen, perusahaan besar Tiongkok dan cabang keuangannya Ant Financial juga telah mengambil alih saham perusahaan e-commerce India Paytm dan Snapdeal. Pendiri perusahaan Jack Ma berada di India tiga kali dalam satu tahun dan juga bertemu dengan perdana menteri.

Inisiatif yang baru-baru ini diluncurkan, yang dikenal sebagai SMILE, berharap untuk menghubungkan produsen India dengan pemasok Cina berkualitas di Alibaba.com, menyediakan dukungan perdagangan bagi penjual India dan memfasilitasi penjualan global produk India melalui platform tersebut.

Berbicara tentang industri e-commerce yang berkembang pesat di negara tersebut, Leung mengatakan bahwa 16 tahun lalu ketika Alibaba berdiri, China berubah dari negara tanpa internet menjadi salah satu ekosistem e-commerce paling maju di dunia. India berada pada tahap yang jauh lebih maju dan tumbuh dengan sangat cepat jika dibandingkan dengan China pada masa itu.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV