
Indonesia masih di bawah Brasil dan Vietnam dalam hal kopi produktivitas tanaman dengan 741 kg kacang per hektar per tahun untuk robusta dan 808 kg untuk arabika.
"Tingkat produktivitas petani kopi Indonesia masih kalah dibandingkan Brasil yang mencapai sekitar 2,000 kg per hektare per tahun dan Vietnam yang mencapai 1,500 kg per hektare per tahun," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Kamis, 1 Oktober.
Mentan berjanji akan bekerja sama dengan asosiasi terkait agar produktivitas dapat meningkat hingga dua kali lipat atau minimal menyamai produktivitas Vietnam.
Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan pelatihan dan bimbingan bagaimana cara menanam kopi agar mendapatkan hasil produksi yang lebih tinggi dengan kualitas terbaik.
Indonesia menghasilkan biji kopi 685 ribu ton pada tahun 2014 atau 8.9 persen produksi kopi dunia dengan komposisi masing-masing 76.7 persen kopi Robusta dan 23.3 persen kopi Arabika.
Indonesia mempunyai berbagai macam kopi spesialti yang dikenal di seluruh dunia, seperti Gayo, Mandailing, Lampung, Jawa, Kintamani, Toraja, Bajawa, Wamena dan kopi luwak.
Nilai ekspor produk kopi olahan pada tahun 2014 mencapai 332.24 juta dolar AS, naik 9.9 persen dibanding tahun 2013. Ekspor didominasi oleh kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang umumnya dijual di Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, Cina, dan Uni Emirat Arab.