
Perusahaan seluler Korea terus merambah pasar Indonesia. Industri seluler Korea mengantisipasi bahwa Indonesia akan bangkit sebagai pasar seluler baru karena negara ini memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan banyaknya pulau telah menciptakan budaya yang mendukung layanan seluler.
Menurut Kementerian Sains, ICT dan Perencanaan Masa Depan pada 19 November, jumlah pelanggan layanan seluler mencapai 303.69 juta hingga akhir tahun 2013. Angka ini naik 7.3 persen dari tahun sebelumnya. Tingkat penetrasinya tetap pada 121.5 persen. Laporan Konsumen Seluler Asia menyebutkan bahwa sekitar 15 persen dari seluruh pengguna layanan seluler di Indonesia menggunakan dua atau lebih telepon seluler hingga September 2013.
Laporan tersebut menambahkan bahwa 24 persen dari mereka menggunakan telepon pintar, sehingga tingkat penetrasi telepon pintar diperkirakan akan meningkat. Dua pemimpin bisnis internet Korea – Naver dan Kakao – mulai mendahului platform seluler Indonesia sambil berfokus pada layanan messenger karena Indonesia memiliki pasar seluler dengan potensi pertumbuhan yang besar. Secara khusus, negara tersebut berencana untuk mengubah infrastruktur telekomunikasi seluler 2G menjadi revolusi jangka panjang (LTE) 4G sebelum menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 2018.
Saat ini, layanan 2G mencakup 75% infrastruktur layanan seluler di Indonesia. Dengan dibukanya momentum pasar seluler yang besar, perusahaan pengiriman pesan seluler Korea mulai memasuki pasar tersebut mendahului perusahaan asing lainnya.
Naver menduduki peringkat kedua di pasar aplikasi messenger Indonesia setelah aplikasi messenger globalnya, “Line”, menguasai pasar Indonesia pada tahun 2012. Jumlah rata-rata pengguna Line per bulan tumbuh menjadi 26 juta pada kuartal pertama tahun ini dari delapan juta pada kuartal pertama tahun lalu.
Kakao memacu ekspansinya di pasar Indonesia dengan mengambil alih aset Path dan Path Talk, media sosial terbesar ketiga di Indonesia setelah Facebook dan Instagram. Rata-rata pengguna bulanannya mencapai sepuluh juta. Tiga tahun lalu, Kakao Talk merambah pasar Indonesia dan telah memperoleh 22 juta unduhan. Perusahaan ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai batu loncatan menuju pasar global dengan memperluas sinergi dengan Path.
Pantech tengah merencanakan strategi menyeluruh untuk merambah pasar ponsel Indonesia seperti smartphone, perangkat komunikasi, dan internet of things (IoT). Perusahaan tersebut telah mengumumkan rencananya untuk menjadikan Indonesia sebagai pijakan kebangkitannya saat melakukan pertukaran kepemilikan. Pertama-tama, Pantech berencana untuk ekspor Sebanyak 300,000 unit ponsel pintar kelas menengah hingga murah akan masuk ke Indonesia pada semester kedua tahun depan. Perusahaan tersebut kabarnya akan memproduksi produk tersebut dalam sistem OEM di pabrik-pabrik di negara-negara Asia Tenggara agar harganya lebih kompetitif.