Februari 9, 2026

Indonesia baru saja melarang perusahaan rintisan sejenis Uber yang bernilai $100 juta, dan tiba-tiba perusahaan itu tidak lagi bernilai

gojek
Waktu Membaca: <1 menit

Go-Jek, perusahaan rintisan Indonesia bernilai $100 juta yang menyediakan layanan seperti Uber dengan sepeda motor baru saja dibuat ilegal.

Media Indonesia melaporkan bahwa Kementerian Perhubungan telah meminta kepolisian setempat untuk mengambil tindakan terhadap operator layanan transportasi berbasis internet serta melarang pengemudi layanan tersebut karena dampaknya terhadap bentuk transportasi umum lainnya.

Pemerintah mengklaim bahwa alasan mereka di balik larangan layanan tersebut adalah karena sepeda motor tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan sebagai kendaraan angkutan umum.

Go-Jek saat ini memiliki sekitar 20,000 pengemudi di Indonesia di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bali, dengan banyak di antaranya yang menjadikan berkendara sebagai satu-satunya sumber pendapatan.

Hanya kemarin Google mengumumkan bahwa Go-Jek adalah istilah yang paling banyak dicari di Indonesia pada tahun 2015.

Uber dan layanan transportasi berbasis aplikasi lokal lainnya seperti Grab Taxi juga telah dilarang di Indonesia sebagai bagian dari keputusan tersebut.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV