
Asosiasi Semen Indonesia optimis bahwa Indonesia dapat tumbuh menjadi produsen semen terbesar di Asia pada tahun 2017, karena delapan pabrik produksi baru dengan kapasitas gabungan sebesar 24 juta ton akan mulai beroperasi dalam dua tahun ke depan.
Usai bertemu Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso menjelaskan, penjualan semen pada 61,08 ditargetkan tumbuh dua persen menjadi 2015 juta ton dibanding realisasi penjualan 2014 sebesar 59,9 juta ton.
"Saya yakin permintaan akan terus meningkat karena banyak proyek infrastruktur skala besar pemerintah yang akan dimulai pada Februari tahun depan. Dengan demikian, kenaikan lima persen sangat mungkin tercapai," kata Santoso di Kantor Presiden, Senin, 28 September.
Santoso mengatakan, pertumbuhan permintaan tersebut diiringi dengan peningkatan produksi semen nasional. Diketahui, Indonesia saat ini memproduksi sekitar 65 juta ton semen per tahun. Pada 2015, empat pabrik produksi baru dijadwalkan mulai beroperasi, sementara empat pabrik lainnya dijadwalkan mulai memproduksi semen pada 2016. Jika digabung, kedelapan pabrik tersebut dapat memproduksi tambahan 24 juta ton semen per tahun.
"Pada 2017, kami bertekad menjadi produsen semen terbesar di Asia. Sebelumnya, industri ini didominasi oleh Vietnam dan Thailand. Tahun depan, kami harus mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemimpin industri," kata Santoso.
Keempat pabrik yang akan mulai beroperasi pada tahun 2015 tersebut dimiliki oleh Bosowa Cement, Holcim, Merah Putih Cement, dan Pan Asia Semen – seluruh pabrik ini jika digabungkan akan menambah sekitar 11-12 juta ton semen per tahun ke pasar.
“Kapasitas tambahan ini akan memungkinkan kami untuk ekspor “Minimal lima juta ton – tambahan yang cukup signifikan yang dapat membantu Indonesia meningkatkan neraca perdagangannya,” kata Santoso.