
Situs e-dagang busana Paraplou di Indonesia telah ditutup. Perusahaan tersebut telah mengunggah pesan perpisahan di berandanya, dengan menyebutkan alasan pasar yang belum matang, kondisi keuangan yang tidak menentu, dan lingkungan pendanaan yang sulit sebagai alasan utama penutupannya.
Paraplou dipimpin oleh Bede Moore dan Susie Sugden, dua mantan direktur pelaksana Rocket Internet yang bekerja di Lazada Indonesia pada tahun 2011 dan 2012 sebelum mendirikan Paraplou Group, penyedia layanan eCommerce untuk merek-merek fesyen premium di Indonesia. Banyak perusahaan yang dilayani Paraplou Group adalah merek asing yang ingin memasuki pasar Indonesia.
Halaman layanan eCommerce Paraplou Group masih aktif. Namun, sebagian besar kliennya seperti Lee Cooper Indonesia, Jack Nicklaus Indonesia, dan G2000 Indonesia menampilkan pesan di situs mereka sendiri yang menunjukkan bahwa mereka tutup sementara. Meskipun tidak jelas apakah divisi layanan eCommerce Paraplou Group juga sekarang tutup, pesan-pesan ini mungkin saja menunjukkan bahwa seluruh grup telah tutup di Jakarta.
Awalnya, Paraplou Group menawarkan layanan dengan nama Vela AsiaPerusahaan rintisan ini memperoleh pendanaan seri A senilai US$1.5 juta dari perusahaan modal ventura asal Singapura, Majuven, Februari lalu. Majuven dijalankan oleh beberapa tokoh bisnis terkemuka di Asia Tenggara, termasuk ketua SingPost Ho Kee Lim dan mantan CEO SingTel Lee Hsien Yang.
Pada saat pendanaan, Vela merupakan perusahaan berusia dua tahun, dan mengklaim telah menguasai "bagian pasar mode daring Indonesia yang menarik". Pada bulan April berikutnya, setelah dimulainya situs eCommerce milik Vela Asia, Paraplou, Moore dan Sugden mengubah nama Vela Asia menjadi Paraplou Group. Perubahan tersebut, menurut mereka, merupakan upaya untuk menjaga semua aktivitas eCommerce mereka di bawah naungan perusahaan yang sama.
"Kami akan terus meliput berita ini jika ada informasi lebih lanjut. Lebih lanjut, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Moore dan Sugden atas bantuannya dalam meningkatkan kesadaran akan e-commerce mode di Indonesia."