
Startup manajemen sumber daya manusia berbasis cloud di Indonesia bakat mengumumkan hari ini bahwa mereka telah mengumpulkan dana awal dengan jumlah yang tidak diungkapkan. Dana tersebut dipimpin oleh Fenox Venture Capital dan diikuti oleh investor lama East Ventures. Talenta mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan perekrutan, meningkatkan penjualan, dan meningkatkan upaya pemasaran.
Sejak awal berdirinya, startup ini telah berhasil mendapatkan beberapa klien teknologi di Asia Tenggara Asia, termasuk beberapa perusahaan terkenal seperti Go-Jek, GrabTaxi, TopasTV, FlowerAdvisor, Qraved, MicroAd, Kudo, ShopDeca, dan banyak lagi. “Enam bulan terakhir ini merupakan perjalanan yang penuh tantangan bagi Talenta, tetapi akhirnya kami berhasil mendapatkan kecocokan produk dengan pasar,” kata pendiri Joshua Kevin. “Saya yakin tren ini akan terus berlanjut. SaaS akan menjadi standar baru”
Pada bulan September lalu, Kevin mengatakan bahwa Konsep awal perusahaan ini adalah menyediakan berbagai layanan untuk perusahaan rintisan lokal, termasuk hubungan masyarakat, penjangkauan masyarakat, dan penyelenggaraan acara. Namun, segera setelah mendapat investasi awal dari Grace Tahir dan East Ventures, Talenta mengalihkan fokus utamanya ke layanan sumber daya manusia saja. Perusahaan ini diluncurkan dalam versi beta pada bulan Februari berikutnya.
“Sungguh menyenangkan melihat kemajuan Talenta tahun ini. Mereka merambah industri bernilai miliaran dolar dengan kekuatan penuh dengan menawarkan alat untuk membantu menangani salah satu vertikal terbesar yang saat ini menjadi tantangan bagi sebagian besar bisnis Indonesia,” kata Anis Uzzaman, mitra di Fenox.
Setelah putaran pendanaan tersebut, Talenta berencana untuk memperluas metode monetisasinya dari hanya langganan menjadi mencakup pendapatan berbasis transaksi. Kevin tidak mengungkapkan secara pasti transaksi apa saja yang akan dimonetisasi oleh Talenta, atau seperti apa margin keuntungannya, tetapi ia mengatakan Talenta kemungkinan akan bekerja sama dengan Jakarta. fintech pemain suka CekAja, HaloUang, dan Cermati untuk membantu penggunanya mengajukan produk seperti pinjaman dan kartu kredit.
“Itu adalah gerakan alami bagi kami saat kami berkembang dari produk ke platform,” jelas Kevin. “Model berbasis langganan memiliki keterbatasan tersendiri sementara [model] transaksional memiliki potensi yang sangat besar.” Dengan lebih dari 1,500 karyawan di Talenta, perusahaan rintisan ini juga berupaya untuk bermitra dengan perusahaan besar alih-alih hanya berfokus pada UKM. Sebelumnya, Kevin menyebutkan fokus Talenta pada bisnis kecil dan menengah sebagai penawaran inti perusahaan.
Talenta juga meluncurkan perangkat lunaknya dengan desain baru. Perangkat lunak ini telah menambahkan lebih banyak fitur, termasuk opsi layanan mandiri karyawan untuk permintaan cuti, lembur, dan penggantian biaya. Kini setelah Talenta membidik perusahaan yang lebih besar, perusahaan ini kemungkinan akan mulai menghadapi persaingan langsung dari pemain internasional seperti Oracle, SAP, DataOn, dan SunFish HR.