Februari 7, 2026

Menteri Telekomunikasi Indonesia kecam inefisiensi operator

gambar wpid1385
Waktu Membaca: 2 menit

Operator di Indonesia telah diperingatkan oleh menteri telekomunikasi negara itu bahwa lisensi mereka dapat dicabut kecuali mereka mengkonsolidasi atau meningkatkan upaya pembangunan mereka.

Menteri Rudiantara – yang mengikuti tradisi Indonesia menggunakan satu nama – telah menetapkan target konsolidasi tidak lebih dari empat operator pada akhir masa jabatannya tahun 2019. Untuk mencapainya, ia telah menyarankan operator yang lebih kecil untuk bergabung dengan pesaing atau meninggalkan pasar.

Rudiantara bekerja di dua operator terbesar di Indonesia sebelum ia diangkat menjadi pejabat pemerintah. “Latar belakang saya di sektor swasta, jadi saya pragmatis. Saya akan sarankan mereka melakukan konsolidasi agar memiliki kemampuan untuk berinvestasi dan mempertahankan izin mereka,” katanya. “Setiap izin memiliki persyaratan bagi operator untuk berinvestasi dan membangun, jadi jika mereka tidak membangun apa pun, saya dapat mencabut izin mereka.”

Saat ini ada tujuh pemain di pasar Indonesia; pada akhir Q4 15, Telkomsel memimpin dengan sekitar 153.3 juta sambungan. Diikuti oleh Indosat dengan 69 juta, 3 Hutchison dengan 51.2 juta, dan XL Axiata dengan 40.8 juta. Di posisi terbawah adalah Smartfren dengan 12.5 juta sambungan, Bolt dengan 2.4 juta, dan Ceria dengan 68,688 sambungan.

Kekecewaan Rudiantara terhadap cakupan layanan yang tidak efisien di Indonesia tersebar luas di seluruh jajaran atas pemerintahan. Tanpa menyebutkan nama perusahaan tertentu, menteri tersebut telah mengecam operator karena tidak menepati janji untuk mengembangkan dan membangun infrastruktur, seraya menambahkan bahwa pemerintah telah mendenda beberapa perusahaan atas pelanggaran ini.

“Sejauh ini kami sudah memberikan denda dan hukuman kepada mereka, tapi pekerjaan “Bukan untuk mengumpulkan dana bagi pemerintah,” katanya. “Saya hanya perlu menegakkan izin dan saya siap melakukannya, tetapi saya lebih suka mengambil pendekatan yang bersahabat dan menyarankan mereka untuk bergabung agar tetap beroperasi.”

Indonesia memiliki lebih dari 300 juta koneksi seluler. Lima operator seluler terbesar di negara ini telah menyatakan bahwa mereka akan mulai menawarkan layanan 4G melalui spektrum 1.8GHz setelah berinvestasi dalam teknologi tersebut.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV