
Perusahaan mantan presiden BJ Habibie yang memerintah Indonesia dari tahun 1998-1999, direncanakan membangun apartemen mewah senilai total US$1 miliar (S$1.42 miliar) di Batam.
Proyek yang terdiri dari 11 menara apartemen, kantor, kamar hotel, dan rumah sakit di atas lahan seluas sembilan hektar ini bertujuan untuk menarik pembeli dari negara-negara tetangga Indonesia, khususnya Singapura.
Pengerjaan proyek tersebut, yang disebut Meisterstadt, akan dimulai pada pertengahan tahun ini, kata Ilham Akbar Habibie, putra Presiden Habibie sekaligus komisaris perusahaannya, Pollux Habibie International, kepada thejakartapost.com saat peluncuran proyek di Batam pada hari Sabtu bahwa superblok Meisterstadt akan dibangun dalam empat tahap.
"Rencana awal pembangunan rumah sakit di superblok ini sudah ada di surat wasiat ibu saya (almarhum Ainun Habibie) dan akan dilaksanakan pada pembangunan superblok tahap ketiga ini," tutur Ilham.
Komisaris Utama Pollux Properties Indonesia Muladi, yang dikenal sebagai tangan kanan Habibie selama masa jabatan presiden, Kepala Badan Pengawasan Kawasan Perdagangan Bebas Batam (BPK FTZ) Mustofa Widjaja, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan General Manager Operasional Meisterstadt Batam Yosef Eduardus menghadiri upacara tersebut.
Ilham mengatakan bisnis properti di Batam cukup menjanjikan karena wilayahnya cukup dekat dengan Singapura. Pihak pengembang berharap warga Singapura menjadi pembeli utama apartemen tersebut.
“Singapura kini memiliki 5 juta penduduk dan terus bertambah. Kami berharap dapat memberikan manfaat bagi penduduk negara ini, khususnya di sektor properti,” kata Ilham.
Ia menambahkan: "Hal itu terjadi di Hong Kong pada tahun 1950-an, saat penduduk di wilayah itu terbang ke beberapa provinsi di daratan Tiongkok dekat Hong Kong. Kini kita melihat situasi serupa di Guangdong, di mana industri dan bisnis dari Hong Kong terbang ke kota itu.
“Dampak seperti itu akan terjadi antara Singapura dan Batam.”
Ilham mengatakan perusahaan berharap sepertiga apartemen di kompleks superblok itu akan dibeli oleh orang asing sementara sisanya dipasarkan kepada pembeli lokal.
Sebanyak 1,575 unit apartemen di dua menara yang akan dibangun pada tahap pertama proyek konstruksi tersebut telah dipesan oleh calon pembeli dengan kartu akses VVIP yang hadir dalam acara peluncuran tersebut. Secara total, sebanyak 1,874 kartu akses VVIP telah diterbitkan untuk acara tersebut.
Tiga ukuran apartemen, yakni 24.82 m42.51, 51.59 m2016, dan 2019 m400, akan dibangun pada tahap pertama pembangunan pada 41,618 hingga XNUMX. Harga per unit mulai dari Rp XNUMX juta.
Wali Kota Batam Ahmad mengatakan, sudah saatnya Batam beralih dari perumahan tapak menjadi perumahan vertikal karena keterbatasan lahan.
“Lahan di Batam sangat terbatas. Untuk tata kota, kami rekomendasikan hunian dengan konsep tower atau bangunan vertikal. Dari sisi bisnis, sangat prospektif karena banyak pengembang ternama yang membangun proyeknya di sini. Artinya, mereka melihat potensi pasar yang sangat besar di sini,” kata Wali Kota Batam.
Mustofa mengatakan, pemerintah perlu mengakomodir kebutuhan pembangunan perumahan premium di Batam.
"Pertumbuhan penduduk Batam merupakan yang tercepat di dunia karena adanya migrasi. Untuk mengantisipasi pertumbuhan yang pesat tersebut, Pemerintah Kota Batam juga akan melengkapi kota ini dengan jalan tol dan jalan layang yang sudah masuk dalam proyek strategis nasional," katanya.
“Jalan tol dan jalan layang itu untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas 10 tahun ke depan.”