Februari 16, 2026

Rendahnya Tingkat Penetrasi Internet di Indonesia Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

geser 91 1024
Waktu Membaca: 2 menit

Setiap hari pengguna internet dunia menonton rata-rata 8.8 miliar video YouTube, berbagi 186 juta foto di Instagram, melakukan 152 juta panggilan Skype, membeli 36 juta produk melalui Amazon, mengirim 207 miliar email, memposting 803 juta Tweet, dan melakukan 4.2 miliar pencarian di Google.

Meskipun teknologi digital telah menyebar dengan cepat di seluruh dunia, Bank mengatakan dividen digital masih tertinggal bagi sebagian populasi global. Lembaga keuangan yang berpusat di Washington ini mendefinisikan dividen digital sebagai "manfaat pembangunan yang lebih luas dari penggunaan teknologi ini". Misalnya, komunitas bisnis dapat menggunakan teknologi digital untuk memperluas bisnis mereka, orang-orang dapat menggunakan teknologi ini untuk mencari pekerjaan, dan pemerintah dapat menggunakannya untuk meningkatkan layanan. Dengan kata lain, teknologi digital mendukung inklusi keuangan, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Namun, hasil dari dividen ini tidak merata. Salah satu solusi utama agar semua orang dapat menikmati manfaat teknologi digital adalah meningkatkan konektivitas internet. Namun, Bank Dunia juga menyatakan bahwa akses internet yang berkembang dengan baik saja tidak cukup. “Negara-negara juga perlu bekerja pada 'pelengkap analog' dengan memperkuat regulasi yang memastikan persaingan antarbisnis, dengan mengadaptasi keterampilan pekerja dengan tuntutan ekonomi baru, dan dengan memastikan bahwa lembaga-lembaga bertanggung jawab.

Pada hakikatnya, ada dua faktor yang menyebabkan dividen digital tidak dapat dinikmati oleh sebagian penduduk dunia. Pertama, hampir 60 persen penduduk dunia masih belum memiliki akses internet, sehingga tidak dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital secara berarti. Kedua, sebagian manfaat yang dirasakan dari teknologi digital diimbangi oleh risiko yang muncul.

Faktor pertama harus diperangi oleh pemerintah dengan mendorong akses (terjangkau) ke Internet (dan teknologi digital lainnya) bagi warga negaranya, sambil membuat regulasi yang kondusif bagi operator Internet dan seluler.

Setelah India dan China, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tidak terhubung dengan Internet tertinggi. Laporan Bank Dunia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Misalnya, pemerintah Indonesia saat ini sedang menyelesaikan peta jalan e-commerce yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan industri e-commerce di negara ini. Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengatakan akan mengizinkan investor asing untuk memiliki 100 persen saham di perusahaan e-commerce Indonesia dalam peta jalan ini.

Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia memiliki sekitar 88.1 juta pengguna Internet pada tahun 2014, naik 22 persen (y/y) dari 71.9 juta pada tahun sebelumnya. Mengingat jumlah penduduk Indonesia lebih dari 250 juta jiwa, rasio penetrasi Internet Indonesia berada pada sekitar 35 persen pada tahun 2014. Angka yang rendah ini menunjukkan masih ada ruang yang cukup untuk pertumbuhan dalam industri bisnis daring.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV