
Kementerian Pertanian menyebutkan produksi bawang merah nasional diperkirakan mencapai 120,000 ton per bulan atau 1.14 juta ton tahun ini. Produksi tersebut turun dari 122,000 ton per bulan pada 2014, tetapi masih lebih tinggi dari kebutuhan dalam negeri.
Direktur Jenderal Hortikultura Hasanuddin Ibrahim mengatakan produksi tersebut akan melampaui konsumsi dalam negeri yang sekitar 90,000 ton per bulan.
"Pada periode Januari hingga September tahun ini, produksi diperkirakan naik 20 hingga 30 persen, namun pada Oktober hingga Desember produksi diperkirakan turun dengan laju yang sama, yakni 20 hingga 30 persen," kata Hasanuddin.
Produksi bawang merah nasional diperkirakan mencapai puncaknya pada Juni sebesar 122,800 ton. Puncak kedua adalah 116,300 ton pada Januari dan puncak ketiga adalah 110,900 ton pada Agustus, katanya.
Produksi terendah diperkirakan terjadi pada bulan Maret sebesar 65,270 ton, November sebesar 81,010 ton dan Oktober sebesar 83,850 ton.
“Produksi tidak menentu dari bulan ke bulan, tergantung musim. Produksi turun di musim hujan, tetapi naik di musim kemarau,” katanya.
Pada serangan musim hujan penyakit tanaman pada bawang merah adalah "Perkebunan bawang merah pada tahun 119,966 mencapai 2014 hektare. Pada tahun 2015, bawang merah akan ditanam di 27 dari 34 provinsi di Indonesia.