
Operator seluler terbesar di Indonesia, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), unit usaha milik negara telekomunikasi operator PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), telah menjalin kerja sama dengan operator toko gadget PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) akan meluncurkan program bundling perangkat untuk mendorong pertumbuhan pengguna telepon pintar, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Program bundling perangkat tersebut meliputi Lenovo Vibe X2, Xiaomi Redmi 2 dan Xiaomi Mi 4i dengan promo cashback dan paket data. Selain itu, Telkomsel juga meluncurkan program bundling perangkat untuk BlackBerry Classic, Samsung Galaxy S6 edge dan LG G4 untuk menarik pelanggan bernilai tinggi.
Sejak Desember 2014, Telkomsel telah berhasil menggelar layanan 4G LTE untuk mendukung layanan data di Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, dan Medan menggunakan spektrum 900Mhz. Operator saat ini tengah menata ulang spektrum 1800Mhz dan diharapkan akan rampung pada akhir tahun.
Menandakan selesainya penataan ulang spektrum di wilayah luar Jawa, Telkomsel meluncurkan layanan 4G LTE menggunakan spektrum 1800Mhz di Makassar dan Lombok pada Juli 2015. Hingga kini, operator tersebut memiliki lebih dari 1,000 BTS 4G LTE yang melayani tujuh kota utama.
Pada semester pertama tahun 2015, Telkom secara grup telah mengeluarkan belanja modal (capex) sebesar Rp11.9 triliun, yang mana Rp888.06 triliun untuk Telkomsel dan sisanya Rp5.8 triliun untuk Telkom dan anak perusahaan lainnya.
Belanja modal Telkom terutama digunakan untuk membangun infrastruktur akses dan backbone guna mendukung layanan pita lebar, sedangkan belanja modal Telkomsel terutama digunakan untuk jaringan akses radio. Belanja modal anak perusahaan lainnya digunakan untuk menara, properti, pusat data, dan proyek sistem kabel internasional.
Pada semester pertama tahun ini, Telkomsel melaporkan laba bersih naik 14.7 persen dari tahun sebelumnya (Rp8.81 triliun menjadi Rp10.11 triliun). Sementara pendapatan perusahaan naik 13 persen dari Rp31.33 triliun menjadi Rp35.40 triliun pada semester pertama tahun 2015.
Pendapatan dari pelanggan prabayar menyumbang 84.9 persen atau Rp30.04 triliun dari total pendapatan Telkomsel yang terutama didorong oleh basis pelanggan prabayar, peningkatan tinggi dalam penggunaan data dan pendapatan data serta pertumbuhan berkelanjutan dalam pendapatan suara dan SMS.
Pendapatan pascabayar meningkat 13.5 persen menjadi Rp2.78 triliun terutama didorong oleh peningkatan basis pelanggan pascabayar yang tumbuh 16.6 persen menjadi 3 juta pelanggan. Pendapatan dari pelanggan pascabayar memberikan kontribusi sebesar 7.9 persen terhadap total pendapatan.
Telkomsel terus melakukan pengembangan jaringan secara agresif dengan memasang 11,495 BTS baru sebagai upaya mempertahankan pasokan jaringan terdepan untuk memperkuat pengalaman pita lebar seluler. Sekitar 90 persen BTS baru adalah BTS 3G/4G.