
Perwakilan Jawa Tengah Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi negara itu pada Agustus akan lebih rendah, yakni sebesar 0.02 persen dari 0.14 persen pada Juli.
"Penurunan inflasi tersebut disebabkan oleh turunnya harga sejumlah bahan pokok," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra di Jakarta, Selasa.
Rahmat mengatakan inflasi seharusnya stabil pada level yang lebih rendah, seraya menambahkan setelah Idul Fitri inflasi akan sesuai dengan harapan pemerintah.
"Pada bulan Juni dan Juli inflasi cukup tinggi. Itu trennya. Kita akan stabilkan inflasi agar kenaikan harga tidak lagi tinggi," katanya.
Selain turunnya harga bahan pokok terutama harga kebutuhan pokok seperti cabai, bawang putih, dan bawang merah, biaya pendidikan juga diperkirakan turut menyumbang penurunan inflasi pada bulan Agustus.
Masa ketika orang harus membayar lebih untuk pendidikan telah berakhir karena faktor penyebab inflasi sudah berkurang.
“Pada bulan September, inflasi bahkan diperkirakan tetap rendah karena konsumsi masyarakat masih rendah,” kata Rahmat.
Dengan stabilitas yang terjaga, daya beli masyarakat diharapkan tidak terpengaruh, tambahnya.