
Unit Qantas berharap dapat mematahkan monopoli yang saat ini dipegang oleh maskapai nasional Vietnam Maskapai penerbangan yang juga merupakan mitra Qantas. Kementerian perdagangan dan pariwisata Australia pada hari Rabu mengumumkan dua layanan langsung berbiaya rendah dari Melbourne dan Sydney ke Kota Ho Chi Minh oleh Jetstar Airways.
Layanan baru tersebut akan diluncurkan pada bulan Mei tahun ini, Asisten Menteri Keith Pitt mengatakan dalam pertemuan dengan media lokal di HCMC.
Jetstar Airways, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Qantas Airways Australia, akan mengoperasikan penerbangan empat kali seminggu dari Sydney dan tiga kali seminggu dari Melbourne menggunakan Boeing 787 Dreamliner.
Penjualan tiket dimulai pada bulan Januari. Penerbangan dari Melbourne ke HCMC akan diluncurkan pada tanggal 10 Mei, dan penerbangan dari Sydney akan dimulai satu hari kemudian, tergantung pada persetujuan regulator.
“Penerbangan ini akan menstimulasi pariwisata, bisnis dan perdagangan masuk ke Australia. Dalam 12 bulan terakhir, terjadi peningkatan sebesar 21 persen jumlah pengunjung dari Vietnam ke Australia dan kami berharap angka tersebut akan terus meningkat dengan diperkenalkannya tarif murah untuk rute tersebut,” tutur Paul Rombeek, Kepala Penjualan Global Jetstar Group, kepada pers.
Penerbangan baru dari Australia ke HCMC oleh Jetstar Airways akan menghubungkan hingga 15 tujuan domestik dari HCMC berkat layanan harian yang saat ini dioperasikan oleh mitra domestik Vietnam Jetstar Pacific, kata Kepala Eksekutif Grup Jetstar Jayne Hrdlicka dalam sebuah pernyataan.
Jetstar Pacific, yang 70 persen sahamnya dimiliki oleh maskapai penerbangan nasional Vietnam Airlines dan 30 persen oleh Qantas, tumbuh pesat dalam upaya untuk menangkis ancaman kompetitif dari pesaing domestiknya VietJet, katanya.
Vietnam Airlines dan Qantas tahun lalu mengatakan mereka akan menginvestasikan $139 juta untuk menambah dua kali lipat ukuran armada Jetstar Pacific menjadi 30 pesawat pada tahun 2020.
Penerbangan langsung Jetstar dari Australia ke Vietnam akan mematahkan monopoli layanan langsung yang dipegang oleh Vietnam Airlines, kata laporan itu.
Lebih dari 320,000 pengunjung Australia datang ke Vietnam tahun lalu, naik 5.6 persen dibanding tahun 2015. Angka pada tiga bulan pertama tahun ini lebih dari 95,000, naik 3.4 persen, menurut data Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam.