14 Mei 2026

Johnson & Johnson dan Apple berkolaborasi untuk layanan kesehatan

acara apel sep2014 23
Waktu Membaca: 2 menit

Apple dan Johnson & Johnson bekerja sama dalam sebuah studi untuk menentukan apakah Apple Watch terbaru, bersama dengan aplikasi dari perusahaan farmasi tersebut, dapat mempercepat diagnosis penyebab utama stroke. Fibrilasi atrium, atau AFib, adalah denyut jantung yang tidak teratur dan sering kali cepat yang menyebabkan sekitar 130,000 kematian dan 750,000 rawat inap setiap tahun di AS, kata Johnson & Johnson. Hingga 30 persen kasus tidak terdiagnosis hingga terjadi komplikasi yang mengancam jiwa. Di seluruh dunia, sekitar 33 juta orang mengalami kondisi tersebut.

Studi Johnson & Johnson yang terkontrol dan acak selama beberapa tahun ini akan dimulai akhir tahun ini dan akan dibatasi pada orang dewasa AS berusia 65 tahun ke atas yang menggunakan Apple Watch Seri 4. Rincian khusus tentang cara berpartisipasi akan dirilis kemudian.

Apple Watch Seri 4, yang harganya $399 atau lebih, memiliki fitur pemberitahuan irama jantung tidak teratur, serta aplikasi EKG yang telah disetujui FDA, keduanya dirancang untuk mendeteksi AFib.

"Kami menerima surat ucapan terima kasih setiap hari dari pengguna Apple Watch yang menemukan bahwa mereka menderita AFib," kata Chief Operating Officer Apple Jeff Williams. "Kami ingin pemahaman yang lebih mendalam tentang hasil dan pencegahan yang terkait dengan deteksi dini. Kami senang bekerja sama dengan Johnson & Johnson, yang memiliki sejarah panjang dan keahlian dalam penyakit kardiovaskular."

Paul Stoffels, wakil presiden eksekutif dan kepala petugas ilmiah Johnson & Johnson, mengatakan "tujuannya adalah untuk mengidentifikasi AFib sejak dini dan mencegah stroke dengan menggabungkan pengetahuan fisik dari Apple dan apa yang kami miliki dari pengetahuan medis dan ilmiah."

Ahli jantung Paul Burton, wakil presiden urusan medis untuk penyakit dalam di Johnson & Johnson, menambahkan jam tangan tersebut memiliki tingkat deteksi yang baik untuk kondisi tersebut, tetapi bisa saja ada hasil positif yang salah.

Jika hasil pembacaan AFib muncul, pasien diarahkan untuk mencari diagnosis formal dari penyedia layanan kesehatan mereka. Sasaran Johnson & Johnson adalah mengumpulkan data agregat dari peserta studi, bukan melacak pasien secara individual.

“Saat kami melakukan uji klinis, kami selalu menghormati privasi pasien,” kata Stoffels.

Burton yakin "studi ini berpotensi menunjukkan bahwa terdapat lebih banyak fibrilasi atrium di dunia nyata pada orang lanjut usia daripada yang pernah kita bayangkan, dan jika Anda menggunakan alat seperti Apple Watch untuk mendeteksi dan mengarahkan orang ke layanan kesehatan, Anda benar-benar dapat menurunkan risiko stroke pada pasien tersebut."

CEO Apple Tim Cook baru-baru ini berbicara tentang ambisi Apple di bidang kesehatan. “Saya pikir Anda akan dapat melihat kembali di masa mendatang dan kontribusi terbesar Apple adalah pada kesehatan masyarakat. Saya pikir kontribusinya sebesar itu.”

Pada bulan November 2017, Apple bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Stanford untuk membuat aplikasi Apple Heart Study yang menggunakan sensor detak jantung di dalam Apple Watch untuk mengumpulkan data tentang ritme jantung yang tidak teratur. Studi tersebut masih berlangsung.

Apple juga berharap iPhone pemilik akan menyimpan catatan medis di dalam aplikasi Kesehatan.

Stoffels mengatakan teknologi yang dapat dikenakan akan terus menjadi semakin penting di bidang kesehatan, mulai dari memantau apakah pasien mengonsumsi obat hingga mengukur tidur. "Digital dan data akan menjadi bagian dari semua yang kami lakukan."

Bagikan ini:
NAORA V4 970x250

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV