
Jollibee, operator restoran cepat saji terbesar di Asia, berencana memasuki tujuh pasar baru selama dua tahun ke depan.
Menurut sebuah laporan di StandardDennis Flores, VP operasi internasional Jollibee, telah mengungkapkan rencana perusahaan untuk membawa merek restoran burger andalannya Jollibee ke Inggris, Italia, Kanada, Malaysia dan Oman pada tahun 2016. merambah Australia dan Jepang akan menyusul pada tahun 2017.
Berita ini menyusul investasi bulan lalu sebesar US$100 juta untuk 40 persen saham di jaringan burger Amerika yang sedang naik daun, Smashburger.
Jollibee, yang terdaftar di bursa saham Filipina, telah aktif mencari investasi dalam merek terkemuka yang sedang berkembang di AS untuk mendapatkan pijakan di AS, sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk menjadi operator restoran internasional. Saat ini perusahaan tersebut mengoperasikan dan mewaralabakan jaringan lebih dari 3000 restoran di seluruh dunia dengan nama dagang Jollibee, Chowking, Greenwich, Red Ribbon, Yonghe King, Hong Zhuang Yuan, Mang Inasal, Burger King Philippines, San Pin Wang, dan Jinja Bar. Jollibee juga memiliki 50 persen saham di Super Foods Group, yang mengoperasikan dan mewaralabakan restoran dengan nama Pho 24 dan Highlands Tanaman merek di seluruh Vietnam.
Menurut Flores, dua toko pertama Jollibee di Eropa akan berlokasi di London dan Milan dan toko Kanada pertamanya akan dibuka di Toronto.
Jaringan gerai Jollibee telah mencapai 3,023 di seluruh dunia, dengan 2,393 di antaranya berada di Filipina, dan 630 gerai di luar negeri.
Selain berekspansi ke pasar baru, Jollibee berencana untuk membuka 20 gerai tambahan di Vietnam, dan 12 gerai lainnya di Brunei dalam beberapa bulan mendatang.