
Dari merek Top Shop di jalan raya hingga pengecer teh Twinings, Inggris pengecer telah berbondong-bondong mendirikan toko virtual di situs bisnis-ke-konsumen Alibaba, Tmall, dan langkah itu tampaknya membuahkan hasil besar.
Dalam 2014, penjualan produk Inggris di Tmall.com melonjak 94 persen dalam setahun, mencerminkan peningkatan pasokan – seiring makin banyaknya label Inggris yang membuka jalur penjualan – dan meningkatnya permintaan di kalangan kelas menengah yang sedang berkembang di negara tersebut.
Tmall, situs e-commerce terbesar di China, saat ini menaungi lebih dari 130 perusahaan Inggris, sebagian besar bergerak dalam kategori pakaian, makanan, dan produk bayi.