
Yum Tiongkok, perusahaan induk KFC di Tiongkok, melaporkan ekspansi signifikan dalam program loyalitas digitalnya yang kini memiliki lebih dari 590 juta anggota, yang mencakup lebih dari 40% populasi negara tersebut.
Menurut laporan pendapatan Yum China tahun 2025, keanggotaan unik dalam program loyalitas di KFC dan Pizza Hut mengalami pertumbuhan sebesar 13% dari tahun sebelumnya. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 55% dari penjualan perusahaan dilakukan melalui program-program ini.
David Slavick, pendiri Ascendant Loyalty Marketing, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di AS, menyebut pencapaian tersebut sebagai "program loyalitas terbesar di dunia".
Yum China Holdings, anak perusahaan Yum Brands yang berbasis di Shanghai, memiliki dan mewaralabakan lebih dari 18,000 gerai di seluruh negeri. Ini termasuk sekitar 13,000 lokasi KFC, yang menurut perusahaan merupakan jaringan restoran terbesar di negara tersebut.
Perusahaan tersebut telah mengejar strategi ekspansi cepat di pasar di mana konsumen menggunakan aplikasi pembayaran digital secara lebih luas dibandingkan di pasar konsumen lainnya seperti Amerika Serikat, sebuah tren yang semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Pada hari Rabu, CEO Yum China, Joey Wat, memberi tahu investor bahwa program loyalitas KFC "benar-benar membantu bisnis jangka panjang dan jangka pendek kami". Ia menghubungkan hal ini dengan pertumbuhan popularitas merek KPRO, versi KFC yang lebih sehat dan lebih mewah, yang diluncurkan pada tahun 2017. Wat mengungkapkan bahwa 80 hingga 90% penjualan KPRO berasal dari anggota program loyalitas KFC.
Wat juga menyebutkan bahwa asisten pemesanan AI baru perusahaan untuk pengguna aplikasi KFC, yang diluncurkan di seluruh negeri pada bulan Januari, telah digunakan oleh dua juta anggota sejauh ini, terutama oleh pelanggan yang memesan sarapan dan kopi.
Para ahli industri menunjukkan bahwa konsumen di Tiongkok lebih sering menggunakan aplikasi pemesanan digital dibandingkan dengan konsumen di Amerika Serikat. Pasar program loyalitas di Tiongkok bernilai hampir $20 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan mencapai hampir $33 miliar pada tahun 2029.
Yum China melaporkan bahwa terdapat 265 juta pengguna aktif, yang berarti mereka telah menggunakan program tersebut dalam setahun terakhir. Aplikasi loyalitas khusus merek perusahaan, serupa dengan yang ada di AS, memungkinkan pengguna untuk memesan makanan dan layanan antar secara digital, serta menawarkan diskon dan rekomendasi yang dipersonalisasi. Tidak seperti kebanyakan merek restoran di AS, aplikasi KFC milik Yum China juga memiliki tingkatan keanggotaan berbayar dan khusus undangan yang menyediakan layanan antar gratis dan prioritas dalam antrian pengiriman.
Seberapa besar skala program loyalitas digital Yum China?
Program loyalitas digital Yum China memiliki lebih dari 590 juta anggota, yang mewakili lebih dari 40% populasi Tiongkok.
Berapa persen dari penjualan Yum China yang berasal dari program loyalitas mereka?
Menurut laporan perusahaan, 55% dari penjualan mereka dilakukan melalui program loyalitas digital mereka.
Apa yang istimewa dari aplikasi KFC milik Yum China?
Berbeda dengan sebagian besar merek restoran di AS, aplikasi KFC milik Yum China memiliki tingkatan keanggotaan berbayar dan khusus undangan. Tingkatan ini memberikan manfaat seperti pengiriman gratis dan prioritas dalam antrian pengiriman.