
Raksasa e-commerce Lazada Group akan menghabiskan lebih banyak dana untuk mengembangkan sistem logistiknya, berencana untuk menggandakan pusat pasokannya di negara tersebut pada akhir tahun, kata perwakilan perusahaan tersebut di negara tersebut.
CEO Lazada Indonesia Magnus Ekbom mengatakan pada hari Kamis, saat menandai ulang tahun perusahaan yang ketiga, bahwa Lazada Group telah mengamankan total ¤700 juta euro (US$749.4 juta) sejak didirikan pada tahun 2012.
Sebagian besar investasi dialokasikan untuk mengembangkan sistem logistik dan sumber daya manusia grup, katanya.
"Dalam bidang logistik, kami tengah memperluas kapasitas dan akan menjadi lebih baik [...]. Kami ingin mempersingkat periode pengiriman," ungkapnya kepada wartawan.
Dengan lebih dari 17,000 pulau yang memiliki fasilitas infrastruktur yang buruk, Indonesia menimbulkan tantangan bagi setiap pelaku e-commerce dalam memperluas jangkauan mereka.
“Namun, kami melihatnya sebagai peluang besar […]. Pada bulan Januari, kami membuka gudang seluas 12,000 meter persegi di Cakung, Jakarta Timur,” kata Chief Commercial Officer Lazada Indonesia Rene Janssen, yang mengklaim bahwa gudang tersebut merupakan gudang terbesar yang pernah dimiliki oleh pemain e-commerce mana pun di negara ini.
Ekbom mengatakan bahwa perusahaannya saat ini memiliki dua gudang di Jakarta dan bertujuan untuk membuka gudang baru dalam 12 bulan mendatang.
“Selain itu, kami juga akan menggandakan jumlah stasiun pangkalan atau hub pasokan armada Lazada,” katanya, seraya menambahkan bahwa saat ini perusahaannya memiliki sekitar 20 hub di seluruh negeri.
Ryn Hermawan, Senior Vice President Operasional Lazada Indonesia, dikutip oleh kontan.co.id mengatakan bahwa Padang di Sumatera Barat, Lampung di Bengkulu, Mataram di Nusa Tenggara Barat, dan Kupang di Nusa Tenggara Timur akan menjadi salah satu lokasi yang dituju untuk hub baru tersebut.
Selain menambah gudang dan pusat logistiknya, Lazada Indonesia juga akan memberikan dorongan besar untuk mendatangkan lebih banyak produk internasional yang belum tersedia, kata Ekbom.
Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa perusahaannya bertujuan untuk memiliki jutaan produk tahun ini, sambil menekankan bahwa pihaknya menambahkan ratusan ribu produk setiap bulan.
Meski enggan membagi data jumlah pedagang yang saat ini dimiliki perusahaannya, Ekbom mengatakan bahwa marketplace tersebut menyumbang 85 persen dari total transaksi Lazada Indonesia, meningkat dari hanya 10 persen pada awal berdirinya.
Lazada menjalankan bisnisnya dengan menjadi pengecer daring dan pasar bagi pedagang daring lainnya.
Ekbom mengatakan bahwa ia optimis perusahaannya akan terus tumbuh di negara ini karena Indonesia memiliki salah satu pasar e-commerce yang tumbuh paling cepat.
Ia mengisyaratkan bahwa Indonesia memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total nilai penjualan kotor Grup Lazada yang mencapai lebih dari $70 juta tahun lalu. Selain di Indonesia, grup ini saat ini beroperasi di Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Pasar e-commerce Indonesia sendiri diperkirakan akan tumbuh menjadi $25 miliar tahun depan dari hanya $8 miliar pada tahun 2013, menurut penyedia e-commerce Vela Asia.
Sejumlah pelaku e-commerce, baik online pengecer dan pasar, telah berencana untuk mengembangkan bisnis mereka. Lippo Group baru-baru ini meluncurkan situs belanja mataharimall.com dan berencana untuk berinvestasi sebesar $500 juta. Marketplace yang sudah ada seperti Bukalapak dan Tokopedia juga telah mendapatkan sejumlah pendanaan baru. – Baca selengkapnya di: https://www.thejakartapost.com/news/2015/03/20/lazada-group-aims-double-freight-hubs-indonesia.html#sthash.sXZvznBO.dpuf