
Link Net, penyedia layanan internet yang beroperasi di bawah anak perusahaan Lippo Group, First Media, dan penyedia telekomunikasi Jepang SoftBank Corp telah menandatangani perjanjian kemitraan untuk mengembangkan dan menyebarkan internet of things, atau IoT, dalam bisnis Link Net di bidang real estat, perawatan kesehatan, dan ekosistem seluler di Indonesia.
Kepala eksekutif Link Net Marlo Budiman dan Hidebumi Kitahara, wakil presiden strategi bisnis global di SoftBank, menandatangani perjanjian tersebut dalam sebuah upacara di Hotel Aryaduta di Jakarta Pusat pada tanggal 29 Juni.
"Kami gembira dapat berkolaborasi dengan SoftBank dalam tahap awal inisiatif yang melibatkan penerapan perangkat IoT, bersama dengan analitik video untuk rumah, gedung komersial, mal, kantor, jalan, dan area lain di berbagai pengembangan properti kami," kata Marlo dalam sebuah pernyataan pada Kamis (05/07).
Kolaborasi ini akan melihat penerapan sistem IoT di pusat perbelanjaan milik Grup Lippo dan rumah sakit Siloam, serta di Meikarta, megaproyek senilai $21 miliar milik perusahaan di Cikarang, Jawa Barat.
Lippo menjuluki Meikarta sebagai Shenzhen-nya Indonesia, sebuah kota teknologi dan manufaktur yang terletak di bagian selatan daratan Indonesia. Tiongkok, dekat Hong Kong.
Marlo mengatakan, pengembangan IoT di Indonesia sejalan dengan visi negara untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Asia.
"Industri seluler global kini memasuki era 5G, dengan IoT menjadi titik fokus utama inovasi. Kemitraan dengan Link Net ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk lebih meningkatkan inovasi teknologi di pasar global dan lebih memajukan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia," kata Kitahara.
Kemitraan ini digagas selama pertemuan antara wakil ketua Lippo Group James Riady, direktur Lippo Group John Riady, dan direktur SoftBank Group di Tokyo pada bulan Mei tahun ini.
SoftBank merupakan anak perusahaan SoftBank Group, konglomerat multinasional Jepang yang berfokus pada teknologi informasi, yang mencakup investasi di sejumlah perusahaan rintisan dan konglomerat teknologi, seperti Alibaba di China dan layanan pemesanan kendaraan asal Malaysia, Grab.
Selain konektivitas internet dan layanan komunikasi telepon tetap, SoftBank juga memperluas bisnisnya ke bidang robotika, teknologi keuangan, dan sistem keamanan cloud.