
Mulai sekarang hingga 2020, Mercedes Benz Vietnam berencana untuk menggandakan jaringan agen penjualannya, sebuah langkah penting bagi produsen mobil mewah untuk memperkuat posisinya di pasar Vietnam.
Berbicara kepada media massa lokal pada tanggal 3 Desember, Choi Duk Jun, CEO Mercedes Benz Vietnam, mengatakan seiring dengan perluasan jenis produk, perluasan agen penjualan akan menjadi langkah strategis yang membantu Mercedes meningkatkan pangsa pasarnya di Vietnam.
Mercedes Benz memiliki jumlah agen penjualan terbanyak di Vietnam dengan 12 pusat di seluruh negeri.
Sumber mengatakan Rolls-Royce, merek BMW Jerman, yang juga memiliki dua merek kuat lainnya – BMW dan Mini — juga bersiap memasuki pasar Vietnam.
Toyota Vietnam telah membuka agen resmi di wilayah tengah, sehingga jumlah total agen penjualan di Vietnam menjadi 44.
Ford Vietnam telah membuka agen resmi di provinsi Binh Duong, sementara itu telah meningkatkan cabang Sai Gon Ford di Pho Quang menjadi cabang 3S. Ford juga tengah mempersiapkan pembukaan ruang pamer lain, milik Sai Gon Ford, di distrik bisnis pusat 1 di Kota Ho Chi Minh.
Pusat-pusat baru tersebut dilaporkan memiliki modal investasi sebesar VND120 miliar. Jumlah agen penjualan dan pusat layanan Ford di Vietnam telah meningkat menjadi 27.
Pasar Vietnam memiliki tingkat pertumbuhan penjualan tertinggi sebesar 60,000 mobil pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015.
Penjualan mobil mewah dan mobil sport juga meningkat tajam. Mercedes memimpin segmen pasar dengan penjualan 4,401 mobil pada tahun 2016, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, Lexus menjual 1,665 mobil, naik 73 persen. Audi, Porsche, dan BMW belum mengungkapkan penjualannya, tetapi melaporkan adanya pertumbuhan.
Sebuah sumber mengatakan Porsche telah memenuhi rencana penjualan tahunannya di Vietnam pada pertengahan 2016.
Penjualan tersebut mengejutkan banyak analis, karena harganya meningkat tajam.
Harga Lexus LX570, misalnya, naik dari VND5.7 miliar menjadi VND8 miliar, sementara Maybach S600 naik dari VND10 miliar menjadi VND14 miliar. Harga Rolls Royce Phantom melonjak dari VND54 miliar menjadi VND84 miliar.
Oxfarm, sebuah lembaga swadaya masyarakat, pada tanggal 12 Januari merilis sebuah laporan tentang ketimpangan di Vietnam, yang menunjukkan bahwa kesenjangan pendapatan antara orang Vietnam yang terkaya dan termiskin sangat besar. Orang Vietnam yang terkaya memiliki pendapatan harian yang lebih tinggi daripada pendapatan 10 tahun orang termiskin.
Terkait berita, Marquardt dari Jerman mengadakan sesi kerja dengan otoritas Da Nang mengenai rencananya untuk mendirikan pabrik suku cadang mobil di kota tersebut.