
Pihak berwenang mengusulkan sebuah pusat perbelanjaan dengan “toko-toko utama untuk merek-merek mewah” di pulau baru, yang menjadi pusat Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau yang bernilai miliaran dolar.
Sebuah dokumen konsultasi publik yang dirilis minggu ini menguraikan rencana untuk sebuah pulau seluas 150 hektar yang saat ini sedang dibangun di dekat kota tersebut bandara, yang akan berfungsi sebagai pintu gerbang menuju Hong Kong dan Delta Sungai Mutiara bagian barat. Di sinilah para pelancong antara Hong Kong, kota Zhuhai di daratan utama, dan Macau yang berbatasan akan diproses.
Pemerintah Hong Kong membayangkan area untuk gudang, ruang pamer, restoran, toko utama untuk merek-merek mewah, dan toko-toko lain yang menjual barang antik, karya seni, dan anggur berkualitas tinggi.
Pemerintah sedang melakukan kajian untuk memastikan kelayakan pelaksanaan rencana pengembangan komersial dan kegiatan ekonomi lainnya di sisi atas dan ruang bawah tanah Pulau HKBCF, serta mengoptimalkan cakupan dan skalanya.
Tahap 1 Keterlibatan Masyarakat akan berlangsung selama dua bulan. Kegiatannya akan meliputi forum publik, pengarahan, dan pameran keliling. Rincian kegiatan dan dokumen keterlibatan tersedia di situs web.
Pengembangan ini, dengan total luas lantai kotor yang direncanakan sebesar 500,000 meter persegi, akan mencakup fasilitas untuk eceran, makanan dan minuman, hiburan, konferensi, kantor, dan perhotelan bisnis. Gedung ini akan memiliki batas ketinggian 10 lantai karena lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional Hong Kong.
Seorang juru bicara Otoritas Bandara Hong Kong mengatakan pengembangan yang diusulkan akan menciptakan sinergi dengan kawasan bisnis Bandara Utara yang direncanakan.
Masyarakat memiliki waktu hingga 7 September untuk menyampaikan komentar mereka melalui saluran berikut:
Bagian, 16/F, Kantor Pemerintah North Point, 333 Java Rd, North Point, Hong Kong.