Februari 16, 2026

Gubernur Pariwisata Usulkan 'Biaya Pemeliharaan' untuk Semua Turis Asing

pantai thailand yang menakjubkan
Waktu Membaca: 2 menit

Rencana mengenakan biaya sebesar 360 baht bagi wisatawan asing setiap kali memasuki negara tersebut sebagai biaya pemeliharaan dan peningkatan objek wisata telah diusulkan oleh kepala pariwisata wewenang.

Yuthasak Supasorn, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, menyarankan dalam sebuah wawancara bahwa uang yang terkumpul dari biaya tersebut dapat diinvestasikan kembali dalam pariwisata di seluruh kerajaan, tetapi segera setelah ide tersebut disarankan, ide tersebut diremehkan oleh organisasinya sendiri.

Dalam wawancara dengan Voice TVYuthasak mengatakan turis asing akan dikenai biaya USD$10 (360 baht) setiap kali mereka memasuki Thailand, baik melalui udara, darat, maupun laut. Di antara manfaatnya, katanya, adalah untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan.

“Dana tersebut akan dihimpun atas nama biaya administrasi objek wisata,” kata Yuthasak. “Dana tersebut akan kami gunakan untuk memelihara dan meningkatkan sistem keamanan objek wisata di seluruh negeri, guna mendukung sektor pariwisata yang terus tumbuh pesat.” 

Dia juga menghitung potensi keuntungan tak terduga. 

“Jika ada 30 juta wisatawan, Thailand akan memperoleh pendapatan sebesar 10.8 miliar baht per tahun dari biaya ini, dan ini akan membantu setiap provinsi memperoleh sekitar 142 juta baht untuk meningkatkan pariwisatanya,” katanya.

Namun, prospek rencana itu tidak jelas. Beberapa jam setelah Voice TV menerbitkan wawancara tersebut, seorang pejabat di otoritas pariwisata mengatakan bahwa ide itu hanyalah ide pribadi Yuthasak.

"Ini bukan kebijakan resmi. Masih perlu kajian lebih lanjut," kata juru bicara otoritas Sunantha Montri. "Ini baru sekadar ide."

Ia mengatakan Yuthasak sedang menghadiri pertemuan puncak di Filipina dan tidak bersedia memberikan komentar.

Dalam artikel Voice TV, Yuthasak menepis kekhawatiran bahwa biaya tersebut akan berdampak buruk pada pariwisata, dengan mengatakan banyak negara telah memiliki kebijakan serupa.

"Saya yakin ini tidak akan terlalu berdampak pada pariwisata, karena saat ini banyak negara sudah memungut biaya ini dengan cara-cara yang halus," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut. 

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV