14 Maret, 2026

Bintang Manchester United akan memperkenalkan Cafe Football

kafe sepak bola
Waktu Membaca: 2 menit

Mantan bintang Manchester United Ryan Giggs dan Gary Neville akan membuka kafe bertema sepak bola di Singapura tahun depan sebagai bagian dari usaha bisnis dengan perusahaan real estat Bahasa Indonesia: Rowsley.

rmp_kafe_sepakbola_0823-1280x853-

Gary Neville (kiri) dan Ryan Giggs bekerja sama.

Kafe Sepak Bola adalah usaha luar negeri pertama untuk waralaba Inggris, yang juga mencakup Sepak Bola Hotel tepat di samping Old Trafford di Manchester.

Cafe Football dan Hotel Football awalnya didirikan oleh pengusaha Singapura Peter Lim bersama lima orang dari kelompok "Kelas 92" Manchester United, yang meliputi Giggs, saudara Neville Gary dan Philip, Paul Scholes dan Nicky Butt. Tahun lalu Rowsley mengakuisisi saham mayoritas Cafe Football dan Hotel Football, serta perusahaan manajemen hotel GG Collections.

Perusahaan baru saja mengungkapkan niatnya untuk membawa waralaba ke Asia, serta Eropa, selama dekade berikutnya. Perusahaan telah mengidentifikasi China dan India sebagai pasar utama yang menjadi target ekspansi.

"Kami telah didekati banyak mitra untuk melakukan ekspansi," kata Gary Neville, yang telah bermain dalam 602 pertandingan untuk klub tersebut. "Mengetahui bahwa ada banyak sekali antusiasme di pasar, kami menyaring peluang terbaik yang mendukung merek dan produk kami.

"Sejauh ini, kami mendapat ulasan fantastis di Manchester, dengan tingkat hunian lebih dari 80 persen bahkan pada hari-hari nonpertandingan. Sekarang kami tengah mencari ekspansi di Inggris, Eropa, dan Asia selama 12 hingga 18 bulan ke depan untuk menambah beberapa properti."

Neville mengatakan mereka berharap dapat membangun lebih dari 5000 kamar dalam 10 tahun ke depan. Mereka berharap dapat membukanya di Indonesia, Malaysia dan Thailand, dengan beberapa pengembangan mencakup hotel dan kafe, sementara yang lain hanya berupa kafe saja.
Saat ini ada dua gerai Cafe Football di Inggris, di Manchester dan London. Kafe-kafe tersebut menyajikan menu yang dibagi menjadi "pertahanan, lini tengah, dan serangan", dengan hidangan yang dinamai berdasarkan frasa sepak bola seperti "The Special One", "Mexican Wave", dan "El Classico".

Lim sebelumnya terlibat dalam usaha restoran bertema sepak bola di Singapura. Distributor merek fesyen FJ Benyamin, di mana Lim merupakan salah satu pemegang sahamnya, merupakan salah satu pemilik Devil's Bar yang sekarang sudah tidak beroperasi lagi, sebuah pub olahraga bertema Manchester United, di Orchard Parade Hotel.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV