
Pembatasan ini merupakan langkah yang diterapkan untuk memastikan bahwa bank lokal dan keuangan Perusahaan memiliki kapasitas pinjaman yang kuat untuk mendukung perekonomian selama pandemi.
Dengan membaiknya prospek perekonomian global, Otoritas Moneter Singapura (MAS) telah memberikan lampu hijau kepada bank-bank lokal dan perusahaan-perusahaan pembiayaan yang berkantor pusat di Singapura akan dapat menerbitkan dividen penuh kepada pemegang saham lagi, menurut pengumuman pada hari Rabu.
MAS sebelumnya meminta bank dan lembaga keuangan untuk membatasi total dividen per saham mereka untuk tahun anggaran 2020 sebesar 60 persen dari DPS tahun anggaran 2019, dan menawarkan kepada pemegang saham opsi untuk menerima sisa dividen yang akan dibayarkan untuk tahun anggaran 2020 dalam bentuk saham, bukan uang tunai.
MAS mencatat dalam pengumuman bahwa bank lokal dan lembaga keuangan telah mempertahankan rasio kecukupan modal yang kuat dan terus memenuhi kebutuhan kredit individu dan bisnis, meskipun tingkat pencadangan yang dibuat lebih tinggi selama pandemi.
Dikatakan pula bahwa berdasarkan uji tekanan terkini, rasio-rasio ini diproyeksikan tetap tangguh bahkan dalam skenario makroekonomi yang merugikan, yakni pemulihan global yang terhenti akibat penundaan peluncuran vaksin dan munculnya kembali pandemi global akibat jenis virus yang bermutasi, yang menyebabkan ekonomi Singapura kembali terjerumus dalam resesi pada tahun 2021.