
Ketika dimintai pandangannya terkait isu tersebut, Hadi Wenas, CEO MatahariMall.com, mengatakan kepada wartawan pada Rabu (10/02): "Kami sangat optimistis. Bagi kami, bisnis akan berjalan seperti biasa, kami tidak takut, tidak kaget, dan tidak bingung."
Bagi orang asing, Indonesia merupakan pasar yang menarik untuk investasi, terutama di sektor e-commerce, menurut Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA).
Asosiasi tersebut memperkirakan jumlah pembeli daring di Indonesia dapat mencapai 10 juta tahun ini karena kelas menengah di negara ini terus tumbuh. Bisnis e-commerce diproyeksikan meraup Rp 20 triliun ($1.49 miliar) tahun ini, dua kali lipat dari perkiraan tahun lalu sebesar Rp 10 triliun.
Pada peluncuran kantor MatahariMall.com, Wenas mencatat bahwa praktik serupa juga umum terjadi di Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India, di mana perusahaan e-commerce lokal mampu sukses di pasar, didukung oleh investor global, tanpa perusahaan kehilangan identitasnya.
“Dengan dukungan Lippo Group, perusahaan terbesar eceran grup di Indonesia, dan tim yang kami miliki saat ini, kami sangat solid sekarang. Lihatlah terobosan kampanye kami. Orang asing tidak akan cocok dengan selera lokal kami di 'Lu mau apa"Apa yang Anda inginkan?' [('Apa yang Anda inginkan?')]," kata Wenas, merujuk pada slogan perusahaan tersebut.
Jakarta Globe dan MatahariMall.com keduanya berafiliasi dengan Grup Lippo.