Februari 8, 2026

Mazda akan batasi harga setelah pajak berlaku

01 mazda shinari tahun 2010
Waktu Membaca: 2 menit

Kendaraan sport-utility Mazda CX-3 SkyActiv diluncurkan kemarin untuk pasar domestik. Mazda mulai memproduksi CX-3 bulan lalu di AutoAlliance (Thailand), sebuah perusahaan patungan dengan Ford Motor Co.

Mazda Sales (Thailand) telah berjanji untuk membatasi eceran harga untuk mobil penumpang besar dan truk pikap yang dikenakan pajak cukai baru tahun depan.

Presiden Hidesuke Takesue mengatakan pembuat mobil Jepang akan memilih untuk mengendalikan biaya produksi dan mengelola volume dengan hati-hati, karena tarif pajak cukai akan didasarkan pada harga pabrik, bukan harga eceran.

Mazda juga berkomitmen untuk mensubsidi selisih jumlah yang ditimbulkan oleh pajak cukai.

Mulai tahun 2016, kendaraan yang dijual di Thailand akan dikenakan pajak cukai baru berdasarkan emisi karbon dioksida, kompatibilitas gasohol E85, dan efisiensi bahan bakar, bukan hanya ukuran mesin seperti sebelumnya.

Pajak cukai pada mobil ramah lingkungan dengan emisi CO2 di bawah 100 gram per kilometer akan dipotong menjadi 12-14% dari 17%, tetapi tarif 10% untuk kendaraan hibrida akan tetap ada.

Perusahaan memperkirakan harga untuk Mazda3, kendaraan sport (SUV) CX-5 dan truk pikap BT-50 Pro akan naik sebesar 3-5% awal tahun depan setelah rezim pajak baru berlaku.

“Banyak faktor yang mempengaruhi penetapan harga mobil, tidak hanya berdasarkan cukai tapi juga mengimpor bea masuk untuk beberapa suku cadang mobil, pajak daerah, dan pajak pertambahan nilai, sehingga perusahaan akan mempertimbangkan semua faktor sebelum mengumumkan harga eceran,” kata Bapak Takesue.

Untuk mobil ramah lingkungan Mazda2, harga eceran akan turun sekitar 20,000 baht tahun depan dengan pajak cukai baru.

Mazda membukukan penjualan sebanyak 29,641 kendaraan pada periode Januari-Oktober, naik 2.2% tahun-ke-tahun.

Perusahaan juga memperoleh pangsa pasar yang lebih tinggi selama periode tersebut, menjadi 4.8% dari 3.89%.

Mobil ramah lingkungan Mazda2 memiliki pangsa 49.6% dari total penjualan pada periode tersebut, diikuti oleh BT-50 (21.4%), Mazda3 (19.6%), CX-5 (9.3%) dan model lainnya.

Tn. Takesue memperkirakan penjualan akan tumbuh sebesar 10.7% tahun ini menjadi 38,000 kendaraan setelah turun 35.1% pada tahun 2014 menjadi 34,326.

Dalam berita terkait, perusahaan kemarin memperkenalkan CX-3 SkyActiv, yang mulai diproduksi bulan lalu di AutoAlliance (Thailand), sebuah usaha patungan dengan Ford Motor Co.

Perusahaan induk yang berpusat di Hiroshima telah menginvestasikan 800 juta baht dalam produksi model untuk melayani pasar lokal dan ekspor.

Mazda CX-3 tersedia dalam mesin 1.5 liter SkyActiv-D (diesel) dan dua liter SkyActiv-G (bensin), dengan harga berkisar antara 835,000 hingga 1.155 juta baht (tidak akan berubah tahun depan).

Mazda CX-3 adalah model keempat pada platform SkyActiv di pasar Thailand setelah SUV CX-5, Mazda3 dan Mazda2.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV