
Produsen mobil asal Jerman Mercedes-Benz tengah fokus pada generasi muda Indonesia sebagai bagian dari program strategi untuk mendongkrak penjualan di negara tersebut, sekaligus menghilangkan citra “mobil ayah”.
"Kami membuka segmen baru yang dicirikan oleh pembeli yang lebih muda, orang-orang yang mungkin sebelumnya tidak mempertimbangkan Mercedes-Benz," kata Roelof Lamberts, direktur penjualan dan pemasaran Mercedes-Benz Indonesia, pada hari Kamis.
Perusahaan ini telah meluncurkan enam model baru tahun ini termasuk Kelas B dan Kelas CLA terbaru, yang memenuhi permintaan wirausahawan muda akan mobil premium yang lebih sporty dan kompak.
“Kita sedang mengubah generasi,” kata Ananta Wisesa, juru bicara Mercedes-Benz, “Jadi, [Mercedes-Benz] akan kehilangan citra mobil ayahnya.”
Mobil-mobil yang diperkenalkan tahun ini, termasuk A-Class dan GLA-Class, dijual dengan harga kurang dari Rp 1 miliar ($71,000), dan “telah melihat permintaan yang sangat positif,” kata Lamberts. Pengenalan model-model ini telah membantu perusahaan melawan tren penyusutan pasar otomotif di Indonesia di tengah melambatnya ekspansi ekonomi.
Perusahaan Jerman itu menjual 1,800 mobil selama tujuh bulan pertama tahun ini, meningkat 20 persen dari 1,500 mobil yang dijualnya pada periode yang sama tahun lalu.
Sebaliknya, total penjualan mobil di Indonesia menyusut 21 persen menjadi 581,106 unit selama periode tersebut, menurut Gabungan Produsen Kendaraan Bermotor Indonesia, atau Gaikindo.
Mercedes-Benz sekarang menguasai 49 persen pasar mobil premium, naik dari 38 persen pada periode yang sama tahun lalu.
"Strategi kami pada dasarnya sejalan dengan strategi Mercedes-Benz secara keseluruhan, yaitu menjadi nomor satu di segmen premium," kata Lamberts. "Di Indonesia, kami nomor satu. Tujuan kami adalah mempertahankan posisi itu."