
Berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik pada tahun 2016, generasi milenial Indonesia - lahir antara tahun 1980-an dan awal tahun 2000-an - membentuk sekitar 41 persen dari 258.8 juta penduduk.
“Masa depan akan berada di OTT dan banyak yang ingin menguasai pasar ini. Jumlah generasi milenial akan sangat besar di Indonesia dan infrastrukturnya kini tengah dipersiapkan. Pemerintah telah meluncurkan 4G dan harga ponsel pintar semakin murah setiap tahunnya,” kata Greeny.
Genflix menawarkan ribuan video, kartun Jepang, dan konten eksklusif lainnya kepada para pelanggannya. Genflix saat ini memiliki tiga juta pelanggan, 60 persen di antaranya adalah pelanggan berbayar. Sebagian besar dari mereka mengakses layanan tersebut melalui telepon pintar mereka.
Tangkapan
Hendy Lim dari Redemption Entertainment mengatakan ini adalah momen bagi para talenta dan kreator konten lokal karena layanan OTT yang haus konten akan terus bermunculan untuk menjangkau kelas menengah Indonesia yang sedang tumbuh. Namun, ada kendalanya.
Hendy, yang baru saja meninggalkan jabatannya sebagai wakil presiden perusahaan media MNC Group, mengatakan layanan OTT perlu bersaing dengan televisi free-to-air yang berkantong tebal.
"Siaran gratis ini bisa membayar hingga $30,000 per episode. Saya tidak bisa menyebutkan angka pastinya, tetapi saya kira [OTT] hanya bisa membayar 5 persen saja," katanya, seraya menambahkan bahwa pendapatan dari siaran gratis tinggi karena masih banyak orang yang menonton televisi.
Layanan sesuai permintaan juga harus menghadapi regulasi yang tidak pasti terkait dengan pendirian perusahaan, pajak, dan penyensoran.
Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Rudiantara berjanji bahwa tahun ini pemerintah akan membuat regulasi yang mengatur layanan OTT. Regulasi tersebut akan mempertimbangkan perjanjian pajak internasional dan langkah-langkah penyensoran yang serupa dengan yang diterapkan pada televisi.
Desmond Poon, kepala teknologi dari penyedia layanan internet terdaftar Link Net, mengatakan selama pertemuan puncak itu bahwa penyensoran seperti itu bertentangan dengan gagasan internet.
Meskipun tantangan disebabkan oleh penyensoran dan belum sepenuhnya tersedianya konektivitas pita lebar, terutama di wilayah paling timur negara tersebut, Poon tetap optimis bisnis OTT akan terus tumbuh.