
Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Sumarno meminta maskapai nasional PT Garuda Indonesia untuk lebih gencar mempromosikan dirinya di pasar lokal dan internasional.
"Pak Menteri meminta agar sinergi dengan BUMN lain terus ditingkatkan dalam rangka pengembangan infrastruktur dan layanan Garuda," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo seusai bertemu Menteri Rini Sumarno di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh Deputi Bidang Humas Kementerian Cicilan, Survey dan Konsultasi Gatot Trihargo, Garuda diminta lebih agresif dalam pengembangan ke depannya, termasuk dengan menggandeng kuat anak usahanya, Citilink.
“Untuk menguasai pasar domestik, regional, dan internasional, Menteri Rini Sumarno menekankan pentingnya konektivitas antarpenerbangan, serta menambah rute-rute yang sudah ada, terutama ke destinasi wisata,” imbuhnya.
Terkait hal itu, lebih lanjut ia menjelaskan, maskapai tengah berencana membuka rute baru dari Jakarta menuju Labuan Bajo, Nusa Timur.
“Penerbangan langsung dari Jakarta ke Labuan Bajo, Nusa Timur akan resmi dibuka pada 27 Oktober. Rute ke tujuan yang sama sebenarnya sudah beroperasi dari Denpasar, Bali. Rute baru dari ibu kota ke Labuan Bajo ini bisa menjadi jembatan penghubung langsung ke rute internasional kita,” tegasnya.
Pada tahap awal, rute baru Jakarta-Labuan Bajo akan beroperasi setiap hari pukul 10 pagi.
"Jika permintaannya terus meningkat, kami bisa menambah jam terbang ke sana," ungkapnya.
Sesuai arahan Menteri yang mengupayakan tambahan penerbangan domestik, regional, dan internasional, katanya, maskapai telah mendatangkan 50 pesawat Boeing 737 MAX, sementara Citilink mendatangkan 50 pesawat Airbus A320.
“Kita perlu lebih agresif dalam menambah pesawat berbadan sempit, untuk memperkuat jaringan domestik kita,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, pangsa pasar Garuda dan Citilink juga ikut bergerak maju, diharapkan bisa mencapai 50 persen di pasar domestik dari saat ini yang sebesar 44 persen.
"Pak Menteri ingin kita juga menguasai pasar domestik. Kita diminta hitung secara detail, supaya target itu bisa tercapai. Untuk pasar internasional, Garuda ditargetkan menguasai 50 persen pasar China dan Timur Tengah, padahal saat ini kita baru sekitar 38 persen," ujarnya.
Selain itu, maskapai nasional akan membuka rute internasional baru dari Denpasar, Bali ke Chengdu, Tiongkok mulai 2017 Januari.