
MobiCom Mongolia, anak perusahaan KDDI Jepang, telah diperkenalkan otentikasi sidik jari berdasarkan sistem pertukaran informasi digital nasional KHUR.
Dengan langkah tersebut, MobiCom menjadi operator pertama yang mengatur kompatibilitas dengan sistem KHUR.
Pelanggan Mongolia akan dapat menggunakan autentikasi sidik jari untuk memanfaatkan lebih dari 100 penawaran layanan tanpa perlu menunjukkan kartu identitas.
KHUR dikembangkan sebagai database kependudukan nasional terpadu yang digunakan oleh otoritas pemerintah untuk menawarkan pendaftaran, perpajakan, sosial asuransi, dan layanan lainnya kepada warga negara.
Ia menambahkan kemampuan biometrik ke kartu identitas nasional Mongolia, yang diperlukan untuk menyelesaikan prosedur publik seperti pemungutan suara. MobiCom telah menghubungkan sistem manajemen penjualannya ke basis data untuk memungkinkan autentikasi identifikasi pribadi berdasarkan verifikasi sidik jari.
Selain kemampuan yang sudah ada, MobiCom berencana untuk menggunakan tautan ke KHUR untuk mengembangkan telekomunikasi baru dan keuangan layanan untuk pasar Mongolia.
MobiCom adalah operator seluler terbesar di Mongolia berdasarkan jumlah pelanggan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1995 dan kini menyediakan layanan seluler, telepon tetap, dan satelit serta berbagai layanan TIK. KDDI telah menjadi investor di operator tersebut sejak didirikan, dan menjadi pemilik mayoritas pada bulan Maret 2016.