
Konektivitas seluler memacu pertumbuhan di kancah startup Asia, sebuah survei dari Telenor Group menunjukkan.
Survei ini melibatkan penggemar teknologi untuk lebih memahami tren startup utama pada tahun 2017 dan tantangan serta pandangan para pengusaha di Asia.
Survei ini dilakukan melalui Facebook dan LinkedIn dengan 215 responden berusia 15 hingga lebih dari 55 tahun dari Bangladesh, India, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Singapura, Thailand, dan negara Asia lainnya.
Untuk mengukur minat dan kepribadian responden survei, setiap orang diberi jenis perusahaan rintisan yang paling mungkin mereka buat pada tahun 2017, berdasarkan pola tanggapan mereka. Sebanyak 38% responden diketahui paling mungkin membuat perusahaan rintisan IoT pada tahun 2017, jauh lebih banyak daripada mereka yang akan mendirikan perusahaan rintisan teknologi medis (22%), perusahaan rintisan sesuai permintaan (14%), perusahaan rintisan perusahaan (11%) dan perusahaan rintisan teknologi finansial (10%).
Dengan potensi pasar sebanyak 34 miliar perangkat yang diperkirakan terhubung ke internet pada tahun 2020, dan hampir US$6 triliun yang akan dibelanjakan selama lima tahun ke depan, tampaknya para wirausahawan Asia sangat menyadari peluang potensial yang ditawarkan oleh Internet of Things.
Selain wawasan tren startup 2017 ini, hasil survei juga mengisyaratkan apa yang menurut para pengusaha Asia diperlukan untuk meraih kesuksesan di dunia startup yang penuh tantangan. Lebih dari sepertiga responden (36%) percaya bahwa keamanan siber dan privasi data adalah prioritas utama mereka, dan menjaga data pelanggan mereka tetap aman dan terlindungi adalah tantangan terbesar yang dihadapi oleh para startup Asia.
Satu dari 4 juga mengakui bahwa kurangnya keterampilan dan pengalaman manajemen bisnis merupakan kendala utama lainnya, dan memiliki akses ke bimbingan ahli akan menjadi faktor pertumbuhan yang penting. Sebanyak 16% lainnya mengatakan bahwa mereka terhambat oleh kerangka kerja dan lingkungan kebijakan publik yang tidak mendukung perusahaan rintisan, sementara 14% mengatakan bahwa pendanaan berkelanjutan di semua tahap pengembangan perusahaan rintisan akan menjadi penting. Kurang dari 1 dari 10 orang dianggap khawatir dengan tantangan untuk berekspansi ke pasar lain di kawasan tersebut.