
MyIX nirlaba merupakan Bursa Internet netral pertama tempat Penyedia Layanan Internet (ISP) lokal dan penyedia konten terhubung untuk bertukar lalu lintas Internet.
Ia mengatakan dengan kesepakatan yang dibuat dengan perusahaan hiburan tersebut, negara tetangga seperti Indonesia juga bisa memperoleh konten dari Malaysia dengan biaya nominal, sehingga membuka jalan bagi negara tersebut untuk menjadi pusat konten di masa mendatang.
"Kami berharap dengan kesepakatan yang telah dicapai ini, kami dapat menarik pemain internasional lain untuk datang ke Malaysia di masa mendatang karena kami tengah berupaya untuk memposisikan negara ini sebagai gerbang pertukaran internet regional," katanya.
Netflix adalah perusahaan hiburan daring Amerika populer yang menyediakan berbagai video dan film dan juga merupakan perusahaan Internet terbesar kesembilan di dunia berdasarkan pendapatan (US$8.83 miliar).
Chiew menambahkan bahwa dengan posisi negara ini sebagai gerbang pertukaran internet, hal ini akan menarik negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam dan Kamboja menjadikan Malaysia sebagai pusat konten mereka.
“Ini akan membawa konten lebih dekat ke kita, dan negara tetangga tidak hanya akan menghemat biaya tetapi juga meningkatkan kualitas konten,” katanya.
Sejak didirikannya MyIX pada tahun 2006, perusahaan telah menutup kesepakatan dengan berbagai pihak termasuk Alibaba dan Yahoo.
Chiew juga mengatakan biaya untuk menghadirkan konten telah turun selama bertahun-tahun, yang memungkinkan perusahaan telekomunikasi untuk mengurangi harga dan menawarkan lebih banyak data dan bandwidth kepada klien mereka.
“Dengan berlakunya ini (pengurangan biaya), penetapan harga oleh perusahaan telekomunikasi dipantau oleh Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia untuk memastikan penetapannya adil,” katanya.
Terkait kecepatan internet di negara tersebut, Chiew yang juga merupakan CEO AIMS Data Centre Sdn Bhd mengatakan, secara keseluruhan, kecepatan yang ditawarkan kepada pengguna internet Malaysia cukup memuaskan.
Akan tetapi, masih ada daerah-daerah tertentu di negara ini yang belum memperoleh jangkauan Internet yang baik.
“Perusahaan telekomunikasi telah mengambil langkah-langkah untuk memperluas konektivitas mereka tetapi diakui bahwa masih ada kendala dalam menyediakan kecepatan Internet cepat secara nasional,” katanya.
Proyek Kemitraan Generasi ke-3 (3GPP) awal tahun ini disebutkan pada konferensi internasional bahwa jadwal Generasi ke-5 (5G) yang dipercepat, yang akan memungkinkan uji coba dan penerapan skala besar berbasis 3GPP sedini tahun 2019, akan dikomersialkan di seluruh dunia pada tahun 2020.