11 Maret, 2026

Rute baru akan membantu Malaysia Airlines bangkit tahun depan

Kelas Tarif Malaysia Airlines
Waktu Membaca: 2 menit

Perluasan rute baru ke Tiongkok, India dan Korea Utara Asia, yang diharapkan terjadi pada paruh kedua tahun keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2018, akan menjadi kunci bagi kisah perubahan haluan Malaysian Airlines Bhd (MAB), kata kepala eksekutif Peter Bellew.

Bellew mengatakan MAB membuat kemajuan bagus dalam restrukturisasinya dan maskapai hanya membutuhkan kenaikan beberapa persentase lagi pada hasil untuk memperoleh laba.

“Rencana pemulihan kami sudah setengah jalan. Bahkan, kami bisa bilang kami sedikit lebih maju (dari jadwal). Dan ini semua tentang pengendalian pendapatan dan biaya.

“Dengan mengambil rute yang tepat, meningkatkan penjualan dan pemasaran, serta meningkatkan faktor beban, kita harus meningkatkan pendapatan. Tahun depan, kita diharapkan dapat mencapai titik impas di beberapa kuartal, mulai menghasilkan laba dan menunjukkan laba yang konsisten di tahun berikutnya,” kata Bellew kepada wartawan di sela-sela Malaysia Perayaan Hari Raya Aviation Group di Sepang pada hari Senin.

Grup ini terdiri dari unit penanganan daratnya, AeroDarat Services Sdn Bhd dan unit MAB -–MASWings Sdn Bhd, Firefly Sdn Bhd dan MASkargo Sdn Bhd.

Bellew mengatakan perluasan beberapa rute baru terpilih sepanjang tahun ini hingga 2019 akan menjadi langkah maju yang signifikan bagi maskapai penerbangan tersebut, memanfaatkan populasi yang sedang berkembang pesat, meningkatnya kelas menengah, dan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di Tiongkok, India, serta di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

"Kami cukup optimis armada kami akan bertambah sedikit tahun depan dan kami juga harus meningkatkan produk di pesawat, dan secara keseluruhan, akan menghasilkan dampak yang menguntungkan bagi maskapai," katanya.

MAB dilaporkan telah menjalankan separuh dari proses restrukturisasi senilai US$1.39 miliar (RM6 miliar) yang kemungkinan akan rampung dalam waktu lima tahun.

Latihan ini dilakukan pada tahun 2015 pada masa pendahulu Bellew, Christoph Mueller.

Bellew mengambil alih jabatan CEO MAS pada 1 Juli 2016, setelah Mueller mengundurkan diri karena alasan pribadi.

Tahap kedua restrukturisasi MAB, menurut Bellew, melibatkan penambahan rute baru, termasuk 11 rute ke China. Bulan lalu, maskapai meluncurkan rute baru ke Nanjing dan Fuzhou.

Rute yang akan datang meliputi Chengdu, Chongqing, Wuhan, Tianjin, Shenzhen dan Shanghai dari Penang, Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu, sementara perluasan rute baru lainnya juga sedang dipertimbangkan.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV