
Iruna eLogistics, sebuah perusahaan logistik Perusahaan rintisan ini berencana untuk membuka dua pusat pemenuhan baru di Surabaya dan Medan pada akhir tahun ini sebagai bagian dari ekspansi pesatnya untuk menyediakan layanan logistik back-end bagi usaha kecil dan menengah di Indonesia.
Bisnis kecil dan menengah di Indonesia telah menggunakan platform e-commerce dan pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan dalam dua tahun terakhir. Namun, mereka sering kali merasa biaya pergudangan dan transportasi yang tinggi menjadi mahal dan mengalami kesulitan dalam melacak inventaris, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan.
Iruna, yang didirikan oleh veteran logistik Yan Hendry Jauwena Desember lalu, mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menawarkan solusi logistik terpadu yang mengelola penyimpanan, pengemasan, penanganan, dan pengiriman barang untuk bisnis kecil.
"Kami ingin meningkatkan ekosistem dengan menangani masalah-masalah di balik layar yang terkait dengan perdagangan daring. Dengan begitu, usaha kecil dan menengah dapat fokus hanya pada produksi dan pemasaran produk mereka," kata Maria Bebasari, wakil presiden pemasaran dan komunikasi Iruna, pada hari Selasa.
Saat ini, Iruna menangani pengiriman lebih dari 1,000 jenis barang per hari, mulai dari sabun kecil hingga furnitur besar dari tempatnya yang seluas 5,000 meter persegi di Sunter, Jakarta Utara. Fasilitas ini dilengkapi dengan freezer dan pendingin untuk menangani pengiriman makanan dan minuman serta penyimpanan yang aman untuk barang-barang senilai lebih dari Rp 5 juta ($374), kata Maria.
Meski begitu, perusahaan tersebut belum dapat mengangkut emas — yang memerlukan lisensi terpisah — atau tanaman atau hewan hidup, katanya.
Iruna berencana membuka fasilitas serupa di Surabaya bulan depan dan di Medan pada akhir tahun, masing-masing menempati area seluas 2,000 hingga 3,000 meter persegi, kata Maria.
Maria mengatakan konsumen e-commerce terkonsentrasi di kota-kota besar meskipun vendor tersebar di seluruh nusantara, sehingga biaya pengiriman barang per unit menjadi mahal.
“Lebih ekonomis bagi produsen dan konsumen jika pengiriman dilakukan dari gudang kami,” kata Maria, seraya menambahkan bahwa fasilitas penyimpanan dan penanganan mereka membedakan perusahaan dari perusahaan logistik yang sudah ada seperti Pos milik negara. Indonesia, Tiki atau JNE.
Maria mengatakan bahwa Iruna menargetkan untuk mengirimkan 1 juta jenis barang yang berbeda dan menambah enam pusat pemenuhan kebutuhan di seluruh nusantara dalam tiga tahun ke depan, sepenuhnya yakin terhadap prospek e-commerce di negara ini.
Pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai penjualan $130 miliar pada tahun 2020, menurut perkiraan Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi.