
Anthony Fung, direktur pelaksana pengecer mode daring Zalora Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa perusahaan melihat lonjakan penjualan tiga puluh kali lipat selama acara belanja tiga hari, tetapi tidak memberikan angka pastinya.
“Semuanya berjalan dengan sangat baik sehingga kami memutuskan untuk memperpanjang kampanye ini satu hari lagi, hingga 13 Desember, agar kami dapat memberikan lebih banyak kesempatan kepada konsumen untuk mendapatkan merek fesyen favorit mereka di Zalora,” imbuh Anthony.
MatahariMall.com, cabang e-commerce milik Lippo Group, yang berafiliasi dengan Jakarta Globe, mengklaim bahwa penjualan naik 10 kali lipat dari rata-rata harian selama Harbolnas, dengan barang-barang elektronik dan telepon pintar memimpin penjualan, menurut kepala eksekutif Hadi Wenas.
Permainan yang adil
Diskon besar yang dijanjikan, termasuk hingga 99 persen dari MatahariMall, telah memicu kekhawatiran dari konsumen dan kelompok lobi industri.
Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) mengeluarkan pernyataan pada akhir pekan lalu yang menghimbau peserta Harbolnas untuk mengungkapkan nilai penjualan sebenarnya yang diperoleh dari acara tersebut. Hal ini dilakukan untuk "menegaskan potensi pasar e-commerce Indonesia dari perspektif lokal dan internasional," dengan mengutip praktik serupa yang dilakukan oleh pelaku pasar daring pengecer di Amerika Serikat dan Tiongkok.
"Ada kekhawatiran atas maraknya diskon besar-besaran yang ditawarkan selama Harbolnas," kata Tulus Abadi, Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI), seperti dikutip Merdeka.com.
Ia menghimbau para konsumen agar berhati-hati terhadap tawaran-tawaran yang kedengarannya liar di internet, mengingat perlindungan konsumen sebagian besar masih belum diatur oleh pemerintah.
Lazada Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang diperiksa terkait dugaan manipulasi harga, setelah seorang pelanggan mendapati seorang penjual di pasar daring memajang popok bayi dengan harga pra-Harbolnas sebesar Rp 130 juta ($9,210), sebelum akhirnya diberikan diskon hampir 100 persen dan menurunkan harga menjadi Rp 93,482.
Lazada mengatakan dalam pernyataan berikutnya bahwa bukanlah kebijakan perusahaan untuk menipu pelanggan dan bahwa penjual yang dimaksud telah dilarang dari pasar tersebut.
Senada dengan itu, MatahariMall mematok konsol game PlayStation 4 dengan harga awal Rp 10.8 juta sebelum didiskon menjadi Rp 4.599 juta. Beberapa penjual lain mematok harga barang yang sama di luar Harbolnas sebesar Rp 4.7 juta.
Menghadapi pertumbuhan pesat dalam bisnis online, eceran Di Indonesia, pemerintah sedang dalam proses meletakkan dasar untuk mengatur industri e-commerce, mulai dari kepemilikan asing dan pajak hingga perlindungan konsumen dan model bisnis. Peta jalan regulasi yang disusun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan selesai sebelum akhir tahun.
Pada saat yang sama, idEA mengatakan pihaknya juga sedang menyusun kode etik perilaku saat menawarkan promosi dan diskon, yang bertujuan untuk diluncurkan pada paruh pertama tahun depan dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen saat berbelanja daring.