
OpenHydro mengatakan minggu ini bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT AIR untuk menciptakan aliansi yang bertujuan untuk mendorong pengembangan industri energi pasang surut di Indonesia. Kedua perusahaan telah bekerja sama selama 18 bulan terakhir dan selama kurun waktu tersebut telah mengidentifikasi sedikitnya 10 lokasi yang cocok untuk proyek berskala komersial.
Pasangan ini berharap untuk memulai dengan rangkaian energi pasang surut hingga 10 MW, yang lokasinya akan dipilih dalam beberapa bulan mendatang. Sistem percontohan direncanakan untuk digunakan pada tahun 2019. Sistem ini akan menggunakan peralatan Eropa yang disediakan oleh DCNS dan unitnya, ditambah konten yang diproduksi secara lokal.
OpenHydro mencatat bahwa pilihan fasilitas industri lokal telah diidentifikasi dan akan dinilai oleh para mitra.
“Sifat peralatan yang digunakan dalam proyek energi pasang surut menghasilkan konten manufaktur lokal yang tinggi,” komentar Thierry Kalanquin, ketua OpenHydro dan wakil presiden energi di DCNS.