Februari 11, 2026

Toko pop-up mengubah wajah ritel Korea

munculan immo e1432550002436
Waktu Membaca: 2 menit

Semakin terspesialisasi pengecer atau penyedia layanan – mulai dari tempat pangkas rambut hingga toko cat – kini mulai bermunculan di dalam department store Korea.

Toko-toko khusus ini muncul sebagai toko pop-up alih-alih menempati lokasi permanen. Fenomena ini merupakan hasil dari para peritel yang memilih toko pop-up untuk mempromosikan merek mereka, sehingga mereka dapat menghindari tekanan penjualan yang biasanya muncul ketika menyewa ruang permanen di sebuah department store.

Lotte Department store telah membuka toko khusus pria Club Monaco. Barbershop Herr' telah ditambahkan ke toko pilihan yang sudah ada, menawarkan layanan konsultasi terkait gaya dan potongan rambut. Barbershop tersebut juga menawarkan layanan cukur basah tradisional Inggris kepada pelanggan. Ini adalah pertama kalinya barbershop memasuki toko pakaian, yang membuat 'toko khusus' ini semakin istimewa.

Sebuah toko pop up bernama Men's AGIT mengumpulkan banyak barang hobi populer seperti kamera, aksesori kamera, drone, figur plastik, dan mobil RC di satu tempat.

Toko pop up lain yang terkenal adalah toko 'Home and Tones' di Hyundai Department Store. Karena jumlah orang yang mendekorasi ulang rumah mereka sendiri telah meningkat, Samhwa Paint telah mengelola toko pop up sejak 7 September. Cat ramah lingkungan, serta cat yang berubah menjadi papan tulis saat diaplikasikan dipamerkan, dan cat yang dapat dicampur di tempat melalui mesin pewarnaan, menarik perhatian konsumen.

Toko pop up '99 Avant' menjual karya seniman muda Han Seung-woo. Pejabat pusat perbelanjaan Hyundai mengatakan bahwa toko pop up tersebut mendapatkan reaksi positif dari pelanggan karena mereka dapat berkomunikasi langsung dengan seniman tersebut.

Toserba Shinsegae menyediakan ruang di lantai enamnya khusus untuk toko pop up. Banyak merek termasuk 'craft lounge' merek wiski Balvenie, merek perawatan sepatu 'Resh', dan mobil serta sepeda Mini BMW semuanya telah membuka toko pop up di lokasi tersebut.

Pejabat Shinsegae menyebutkan bahwa penjualan toko pop-up mengancam penjualan di toko resmi.

“Kini, merek-merek yang sudah ada juga menggunakan toko pop-up sebagai metode untuk memperkenalkan produk baru mereka. Department store juga diuntungkan oleh toko pop-up karena berbagai merek dapat dihadirkan sehingga pelanggan tidak punya waktu untuk merasa bosan.”

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV