
Dengan pandemi yang sangat membatasi toko fisik tradisional eceran toko-toko di seluruh negeri, pengecer kini mencari perdagangan hibrida/omnichannel baru. "Kenormalan baru" memaksa seluruh sektor untuk berpikir di luar kebiasaan dan menghasilkan strategi belanja yang inovatif. Di satu sisi, Covid-19 menghadirkan peluang sekaligus ancaman.
Transformasi digital untuk segmen ritel bukan lagi langkah opsional; sebaliknya, ini adalah keharusan mutlak yang harus dipertahankan di kalangan raksasa e-commerce. Seiring dengan transformasi operasional, para pelaku ini juga perlu memikirkan kembali strategi mereka untuk menyempurnakan perjalanan pelanggan mereka di platform daring.
Perusahaan besar tidak asing dengan perubahan dalam operasional. Mereka juga melakukan penyempurnaan model bisnis digital yang ada, diikuti dengan penambahan komponen Otomasi dalam alur proses harian.
Mencari Inovasi Digital Dalam Ritel
Saat ekonomi mengalami masa sulit akibat gejolak kesehatan, muncul kesadaran yang berkembang bahwa struktur hibrida adalah masa depan bagi industri ritel. Hal ini dibantu oleh sifat saling melengkapi dari saluran bisnis offline dan online. Bahkan pemilik usaha kecil kini bersikeras membangun kehadiran pasar online melalui situs web/aplikasi.
Ada juga adopsi mekanisme pembayaran digital yang meluas di antara pengecer lokal untuk memungkinkan pengalaman transaksi yang lebih lancar bagi pelanggan. Pelanggan India telah menerima dompet seluler, pemindaian kode QR, dan kemungkinan pembayaran elektronik terkait dengan tangan terbuka. Mereka juga dapat memanfaatkan opsi pembayaran yang sama untuk bermain di kasino online seperti Asiabet – tempat mereka dapat menemukan yang paling situs poker terpercaya di India.
Pengguna dapat bermain poker dengan uang sungguhan dan meraih kesempatan untuk memenangkan banyak hadiah, termasuk turnamen freeroll, bonus pendaftaran, dan hadiah VIP. Dari Texas Hold'em yang terkenal, poker 3-Kartu hingga varian lokal seperti Teen Patti, Asiabet menyediakan semuanya. Dengan banyaknya lalu lintas pemain setiap saat ditambah dengan semua pemeriksaan keamanan dan peraturan yang berlaku, mereka dapat memainkan poker online terbaik di India di ponsel.
Digitalisasi di kalangan pelaku ritel lokal juga telah meningkatkan tingkat aksesibilitas dengan meningkatkan kesadaran konsumen dalam memanfaatkan kemungkinan adopsi teknologi. Hasilnya, rata-rata konsumen India kini menginginkan pengalaman yang lebih personal dan terkurasi dari merek ritel. Mereka berharap untuk merasa senang di setiap tahap proses penjualan.
Perusahaan kini memanfaatkan pemasaran dan kampanye penjualan secara ekstensif melalui platform Media Sosial seperti Facebook dan Instagram. Penawaran mingguan, bonus perkenalan, hingga kode kupon diskon kini menjadi pemandangan umum yang disediakan sebagai iklan oleh pengecer lokal. Dengan laporan analitik yang disediakan oleh platform ini beserta alat pihak ketiga, perusahaan kini mengandalkan wawasan berbasis data untuk mengukur keberhasilan kampanye pemasaran digital mereka.
Pasar belanja daring telah mengalami peningkatan yang lebih tajam dalam setahun terakhir, didorong oleh pandemi dan situasi karantina wilayah global. Hal ini telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan segmen ritel India yang menyumbang sekitar 10% dari PDB negara tersebut dan 8% dari lapangan kerja. Oleh karena itu, digitalisasi mengharuskan adanya peningkatan keterampilan tenaga kerja yang ada untuk meningkatkan produktivitas di era pasca-Covid.
Di segmen Pengalaman Pelanggan, para pengecer juga tengah memulai kampanye inovatif yang digerakkan oleh teknologi. Karyawan juga perlu dilatih ulang dalam cara-cara baru untuk melibatkan calon pelanggan agar dapat menjalankan kampanye ini. Kandidat yang memiliki kemahiran dalam teknologi Kecerdasan Buatan/Pembelajaran Mesin (AI/ML) sangat dibutuhkan karena alasan ini. Lihat panduan pembelajaran mesin dalam ritel untuk memahami semakin meningkatnya peran AI/ML di domain ritel.
Teknologi manajemen Big Data digunakan untuk mengumpulkan data yang diambil secara berkelompok dan secara real-time. Dengan menggunakan visualisasi data dan rangkaian kecerdasan bisnis, para ilmuwan data menghasilkan wawasan. Berdasarkan wawasan yang diperoleh dari alat dan metodologi analisis data, departemen TI pelaku ritel dapat menyempurnakan kampanye mereka untuk menciptakan dampak maksimal di antara basis pelanggan sasaran. Pada saat yang sama, personel penjualan di lapangan diberikan pelatihan dalam metodologi tangkas untuk menawarkan pengalaman berbelanja yang disesuaikan bagi pelanggan akhir.
Model bisnis Direct To Customer (D2C) semakin penting karena pelaku ritel menyadari meningkatnya kebutuhan untuk terhubung langsung dengan pelanggan. Aspek ini didorong oleh persaingan ketat antar-ritel selama pandemi. Meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap merek dan menarik perhatian mereka serta strategi e-commerce diperlukan untuk berhasil di masa-masa sulit ini.
Tren lain yang muncul akhir-akhir ini adalah maraknya gerai swalayan untuk memfasilitasi pembatasan sosial. Konsep ini disebut BOPIS (Beli Daring, Beli di Toko). Metode serupa lainnya adalah BOSS (Beli Daring dan Dikirim ke Toko). Pemilik toko menggunakan Retail Beacon untuk mengumpulkan data pelanggan untuk peramalan permintaan dan perilaku pembelian. Ini juga akan membantu mereka dalam perencanaan musiman mengenai inventaris dan pengadaan barang dari vendor produk.
Final Thoughts
Pelanggan kini mulai terbiasa melakukan pembelian secara online secara konsisten alih-alih mengunjungi toko konvensional. Kenyamanan mendapatkan berbagai macam produk di satu situs web atau aplikasi semakin diminati di kalangan pelanggan India.
Dari sudut pandang karyawan, perusahaan ritel lebih memilih mereka yang memiliki keterampilan khusus dalam teknologi mutakhir seperti AI/ML karena pasar ritel secara keseluruhan kini lebih didorong oleh pengambilan keputusan berbasis data daripada sebelumnya. Menerapkan strategi transformasi digital bersamaan dengan menyiapkan toko online dan fisik hibrida akan menjadi pengubah permainan di masa mendatang. Ini akan meminimalkan kebutuhan akan real estat dan meningkatkan jangkauan pelanggan melalui media sosial, terutama di kota-kota Tingkat 2 dan Tingkat 3, yang memiliki potensi pendapatan besar yang belum dimanfaatkan!