
Prada, merek mewah Italia yang terkenal, akan meluncurkan koleksi sandal edisi terbatas yang dibuat di India, yang sangat mirip dengan alas kaki tradisional India Kolhapuri. Inisiatif ini muncul hanya beberapa bulan setelah merek tersebut menghadapi gelombang kritik karena menampilkan desain serupa tanpa memberikan penghargaan yang semestinya kepada asal-usulnya dari India.
Sepasang sepatu eksklusif ini, yang masing-masing dibanderol dengan harga sekitar 750 euro (US$881), siap untuk memasuki dunia kemewahan dengan megah. mode Platform ini merupakan inisiatif yang berakar pada kontroversi yang muncul pada Juni 2025. Prada dikritik karena menampilkan sandal di sebuah peragaan busana Milan yang sangat mirip dengan sandal tradisional India, Kolhapuri chappals. Hal ini menyebabkan kegemparan di kalangan pengrajin dan tokoh politik India, yang mengklaim ini sebagai kasus apropriasi budaya.
Sebagai tanggapan, Prada mengakui inspirasi yang diambil dari gaya India yang tak lekang oleh waktu dan mengungkapkan bahwa mereka telah memulai diskusi dengan kelompok pengrajin untuk potensi kolaborasi.
Pada bulan Desember, Prada mengungkapkan rencananya untuk memproduksi total 2000 pasang sandal yang terinspirasi dari India ini. Produksi ini akan berlangsung di negara bagian Maharashtra dan Karnataka di India, sebagai bagian dari perjanjian dengan dua organisasi yang didukung negara bagian. Kolaborasi ini bertujuan untuk memadukan keahlian lokal dengan teknologi inovatif Italia.
Merek tersebut mengumumkan bahwa sandal ini akan tersedia untuk dibeli di 40 gerai Prada yang dipilih dengan cermat di seluruh dunia, serta secara online.
Selain itu, Prada telah memulai program pelatihan tiga tahun yang dirancang khusus untuk para perajin yang berasal dari delapan distrik di India yang secara tradisional terkait dengan pembuatan sandal Kolhapuri. Program ini, yang dibagi menjadi modul terstruktur selama enam bulan, akan disampaikan oleh dua lembaga desain terkemuka di India. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan 180 perajin, dengan angkatan pertama dimulai bulan depan.
Dalam sebuah pernyataan, Tanu Kashyap, direktur jenderal di Institut Teknologi Mode Nasional, mengungkapkan antusiasmenya terhadap inisiatif tersebut, dengan menyatakan, “Sudah saatnya kerajinan tradisional India mengambil tempat yang semestinya di panggung dunia”.
Selain itu, para perajin ini akan diberi kesempatan untuk mengunjungi Akademi Grup Prada di Italia untuk lebih meningkatkan kemampuan teknis mereka.
Kontroversi apa yang dihadapi Prada pada Juni 2025?
Prada menuai kecaman karena memamerkan sandal di peragaan busana Milan yang menyerupai sandal tradisional India Kolhapuri, tanpa mengakui asal usul budayanya.
Bagaimana Prada menggabungkan keahlian tradisional India dengan teknologi Italia?
Prada berencana memproduksi 2000 pasang sandal di Maharashtra dan Karnataka di India, bekerja sama dengan pengrajin lokal dan berdasarkan perjanjian dengan dua organisasi yang didukung negara.
Apa program pelatihan tiga tahun yang diprakarsai oleh Prada?
Prada telah memulai program pelatihan selama tiga tahun untuk para perajin dari delapan distrik di India yang secara tradisional terkait dengan pembuatan sandal Kolhapuri. Program yang diselenggarakan oleh dua lembaga desain terkemuka di India ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan 180 perajin.